RSS
Tampilkan postingan dengan label gabung mulung tidung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gabung mulung tidung. Tampilkan semua postingan

GABUNG MULUNG TIDUNG




Berawal dari pertemanan 2 orang, Arta dan Zee, kedua orang tersebut sangat menggemari traveling dan menulis blog. Sampai akhirnya mereka menjamah Pulau Tidung dan melihat bagaimana kotor dan penuh dengan sampah di pulau tersebut, aktivitas dan kesibukan Pulau tersebut telah mempengaruhi kebersihan lingkungan sekitarnya, ditambah lagi dengan tingkat edukasi masyarakat yang masih kurang. Belum lagi dengan faktor Angin Tenggara yang membawa timbunan sampah kiriman kota Jakarta bermuara dipesisir pantai pulau tersebut, membuat ketidaknyamanan kunjungan para wisatawan. Kemudian terbersit oleh mereka untuk melakukan aksi nyata, dengan mengajak teman-teman sesama backpacker mereka mengajak jalan-jalan ke pulau tidung sambil mungut sampah. yang mendapat perhatian 300 orang relawan. Semula 20 orang relawan yang kemudian bertambah menjadi 300 orang lalu mengingat mereka sendiri baru pertama kali melaksanakan aksi nyata ini kemudian membatasi menjadi 250 orang relawan.

Acara dilaksanakan pada tanggal 14-15 Mei 2011. Para peserta dimintai biaya sebesar Rp.190.000, harga yang cukup fantastis murah untuk paket wisata mulung sampah ini, karena harga tersebut sudah termasuk akomodasi penginapan, makan, sepeda dan transportasi kapal, juga sebuah T-shirt keren “Gabung Mulung Tidung”.

Tanggal 14 Mei 2011 dengan waktu yang sudah disepakati, partisipan pun berbondong-bondong menuju Kapal, tentunya setelah melalui serangkaian konfirmasi identitas dan penyerahan paket identitas peserta berupa Tshirt, tiket kapal, trash bag, pita, dan lainnya. Sesampainya di Pulau Tidung seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu Selatan, dari mulai Bupati, Camat, Lurah, Kepala RT, Kepala RW hingga warga pemukiman Pulau Tidung, KM Pesona. Setelah makan siang di penginapan masing-masing yang telah dibagi, para peserta kembali ke dermaga Tidung untuk berkumpul. Peserta tersebut dibagi menjadi 10 grup (per grup ber-anggotakan 20-25 orang) dibagi ke 10 titik tempat di Pulau Tidung Besar dan Tidung kecil yang dipimpin masing-masing oleh beberapa petugas kebersihan setempat. Kira-kira sekitar jam 5 sore tiap grup mengumpulkan trashbag yang telah di isi penuh dengan sampah-sampah lalu dibawa ke Incenerator atau tungku pembakaran sampah yang ada di pulau Tidung Besar untuk dibakar.
Tanggal 15 Mei 2011 dari pagi hari para partisipan GMT menikmati wisata Pulau Tidung hingga siang hari. Dari mulai makan pagi, dilanjutkan hunting kapal untuk Snorkling, sepedaan, Jumping di jembatan Cinta, Banana Boat, hingga hunting Sate Odol, jajanan khas Tidung yang berupa sate ikan. Bahkan terapi asma dengan udara laut juga berlaku disini, menikmati pesona lahan Mangroove milik Departemen Pertanian. Sebelum berangkat ke pulau Tidung, peserta diminta untuk menyumbang buku-buku bekas yang bermanfaat bagi masyarakat pulau Tidung, mengumpulkan buku-buku pelajaran yang bisa digunakan anak-anak dan warga sekitar sebagai wujud kepedulian kami terhadap edukasi pendidikan, terutama kebersihan. Buku tulis, hinnga buku-buku bacaan itu rencananya akan disalurkan kepada perpusatakaan sekolah setempat, dan kelompok ibu PKK setempat. Setelah semua acara selesai peserta GMT pun kembali pulang menuju muara angke.



Seiring berkembangnya apresiasi dan animo dari kalangan masyarakat luas dan keinginan terbesar kakigatel.com dalam menjaga konsistensinya dalam melakukan aksi nyata, maka dengan kerjasama yang solid antara peserti dengan Pemerintah Kepulauan Seribu, terwujudlah ide-ide program untuk kegiatan GMT kedua. GMT 2 ini adalah sequel dari kegiatan Gabung Mulung Tidung 1 dengan tema “Tidung bersih, Cerdas Generasiku”. Pada tanggal 17-18 September 2011 dilaksanakannya GMT 2 yang mempunyai 3 program baru, GMT dicanangkan dalam kegiatan Penanaman Mangrove, Peremajaan Taman Baca, Penanaman Batu Kubus, hingga Malam Halal Bihalal antara penggiat rekreasi, Pemerintah hingga masyarakat asli Pulau Tidung. 5000 mangrove siap ditanam, bukan hanya sebagai aksi penahan abrasi, tetapi semata-mata sebagai edukasi kepada wisatawan dan masyarakat, tak terhitung berapa buku didonasikan, beserta 2 komputer serta 1 AC diinstalasikan untuk Taman Baca Nyiur, di Pulau Tidung. Aksi Greenpeace yang memasang instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya skala sederhana yang menghasilkan listrik untuk penerangan taman baca tersebut, makin membuat aksi nyata ini sempurna, guna membudidayakan semangat membaca pada masyarakat Pulau Tidung. Lalu GMT menggiring lebih dari ratusan pesertanya saat snorkeling untuk aksi penanaman batu kubus atau Fish Shelter yang berguna sebagai sarana pengganti pengait jangkar, untuk pelestarian ekosistem terumbu karang disekitar pulau akibat penggunaan jangkar oleh kapal-kapal snorkeling.




            Tanggal 29-30 September 2012 dilaksanakannya GMT 3 yang mendapat sukarelawan sebanyak lebih kurang 1.400 sukarelawan yang ikut dalam acara Gabung Mulung Tidung. Peserta yang ikut tidak hanya dari kalangan anak muda tetapi ada juga yang sudah tua, ibu-ibu, ada juga sekeluarga yang ikut. Acara besar adalah memulung sampah yang terdapat di Pulau Tidung, lalu diadakannya flashmob, sumbangan buku untuk taman baca Nyiur, lalu ada lomba-lomba menarik.
            29 September 2012 pagi semua peserta berkumpul di Dermaga Bahtera Jaya Ancol. Setelah sampai di Pulau Tidung semua peserta menuju penginapan masing-masing yang dibantu oleh Team Leader tiap kelompok, dilanjutkan makan siang peserta yang telah di sediakan di dalam penginapan. Kemudian acara dilanjutkan, pertama semua peserta di kumpulkan di depan kantor Kelurahan dan mulai berjalan bersama ke Tidung Kecil untuk memulai mulung sampah serta berbagai acara lain yang telah di persiapapkan oleh panitia inti.

30 September 2012 acara dilanjutkan dengan snorkeling, flashmob, tarik tambang dan holi. Pada siang harinya makan siang dan acara bebas serta persiapan untuk kembali pulang ke Jakarta.




“Mulung nggak selalu rendah, mulung juga bisa menjadi kegiatan positif dan bermanfaat“.





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Ajakan GMT Ke Masyarakat Untuk Peduli Lingkungan

KEGIATAN bersih-bersih pantai menjadi kewajiban banyak pihak ketika destinasi wisata ini semakin tercemar. Adalah Gabung Mulung Tidung, sebuah kegiatan yang kini memasuki penyelenggaraan ketiga untuk mengajak masyarakat semakin peduli keindahan Pulau Tidung.

Gabung Mulung Tidung (GMT) berawal dari kepedulian Bartasan Wauran dan Tri Harningsih terhadap keindahan dan kebersihan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Keduanya orang tersebut merupakan tokoh di balik komunitas Kaki Gatel, yang awalnya hanya nama blog pribadi berisi perjalanan wisata yang telah mereka jalani.


Ide GMT muncul ketika salah seorang teman mereka, tepatnya dari komunitas Couch Surfing, datang dari luar negeri. Keduanya berinisiatif mengajak sang tamu ke Pulau Tidung, salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang menjadi tujuan wisata populer. Ketika sampai di Pulau Tidung, mereka mendapati bahwa pulau ini dipenuhi cukup banyak sampah. Sampah-sampah ini berasal dari wisatawan yang datang, limbah rumah tangga warga, juga sampah "kiriman" dari beberapa muara di Jakarta.

Melihat kenyataan tersebut, kedua orang ini tidak ingin perjalanan mereka hanya menjadi acara wisata. Setelah kegiatan mengajak teman ke Tidung, mereka mengumpulkan beberapa teman untuk melakukan survei dan menggugah kepedulian terhadap keadaan alam di Pulau Tidung. Berhasil mengumpulkan teman sebanyak 14 orang, mereka pun berangkat ke Pulau Tidung untuk melakukan survei. Setelah melihat kenyataan di pulau tersebut, melakukan perundingan untuk kegiatan yang tepat dilakukan di pulau tersebut, tercetuslah ide kegiatan GMT 1.

GMT 1 merupakan gabungan antara kegiatan sosial dengan kegiatan hiburan. GMT 1 dilakukan pada Mei 2011 dengan jumlah peserta sebanyak 350 orang. Kegiatan sosial yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah membersihkan Pulau Tidung dari sampah-sampah yang berserakan dan pembagian tong sampah. Namun sayang, saat ini tong sampah yang diberikan telah lenyap seluruhnya.

"Peserta acara GMT 1 tidak hanya berasal dari Indonesia. Ada juga peserta yang berasal dari luar negeri. Acara ini dihadiri pula oleh para pejabat pemerintahan setempat," kata Bartasan, Ketua Pelaksana GMT, ketika berkunjung ke redaksi Okezone di Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.

Melihat antusiasme peserta yang tinggi, diadakanlah GMT 2 dengan jumlah peserta mencapai 600 orang, dua kali lipat dari jumlah peserta GMT 1. Pada acara kali ini, kegiatan sosial yang dilakukan lebih beragam. Selain memungut sampah di Pulau Tidung, peserta pun diajak menanam mangrove, menyumbang buku untuk taman bacaan, dan membuat batu kubus.

Batu kubus adalah sebuah alat yang dibuat dari semen seberat 200 kilogram yang digunakan untuk mendaratkan jangkar kapal agar tidak merusak terumbu karang yang ada. Sayangnya, tanaman mangrove yang ditanam oleh peserta GMT 2 tidak terurus hingga akhirnya tidak ada satupun yang tumbuh.

“Mangrovenya gak tumbuh karena tidak ada yang kontrol rutin ke Pulau tidung. Masalah dana menjadi kendala, karena untuk mengirim orang ke Pulau Tidung secara rutin, butuh biaya yang tidak sedikit," imbuh pria yang akrab disapa Arta ini.

Kekurangan dana menjadi salah satu masalah yang dihadapi komunitas Kaki Gatel untuk memaksimalkan kegiatan sosial yang mereka lakukan. Hal ini dikarenakan tidak adanya pihak sponsor yang mendukung penuh kegiatan pasca GMT.



Untuk kegiatan GMT 3 yang akan dilaksanakan 29-30 September 2012, komunitas Kaki Gatel telah membuat rancangan acara lain. Selain memulung sampah sebagai kegiatan utama, peserta akan diajak mengembangkan lagi taman bacaan hasil kegiatan GMT sebelumnya. Lalu, akan dibuat pula bank sampah di Pulau Tidung. Tujuannya mengajak warga dan wisatawan peduli terhadap keindahan Tidung. Bank sampah diharapkan juga dapat menambah pendapatan warga.

Source: http://travel.okezone.com/read/2012/09/07/407/686778/gmt-ajak-masyarakat-peduli-kebersihan-pulau-tidung

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

APA ITU HUTAN MANGROVE ATAU HUTAN BAKAU?


Hutan bakau biasanya banyak disebut juga hutan mangrove, adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau (percampuran antara air tawar dengan air asin) yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini banyak tumbuh khususnya di tempat-tempat yang terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, ataupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas (tingkat keasinan atau kadar garam yang larut alam air) tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.

Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling garis khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika. Luas hutan bakau Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar yang merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi negara Brazil (1,3 juta ha), negara Nigeria (1,1 juta ha) dan negara Australia (0,97 ha). Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan. Di bagian timur Indonesia, di tepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

KISAH TUKANG SAMPAH INDONESIA YANG MENCURI PERHATIAN DUNIA


Laporan wartawan BBC London berjudul "Toughest Place to be a Binman" yang membandingkan tukang sampah di London dan Jakarta  menarik perhatian masyarakat Indonesia tidak saja di Inggris, tetapi juga di Brussels dan Amerika Serikat yang bisa menyaksikan tayangan tersebut melalui BBC Iplayer.

Selama satu jam, laporan itu mengisahkan mengenai Imam, tukang sampah di Jakarta yang bekerja mengumpulkan sampah setiap hari dengan gerobaknya. Sementara di awal tayangan, tukang sampah dari Inggris, Wilbur Ramirez, menggunakan truk dan bekerja dengan dua rekannya.



Dalam laporan mendalamnya itu, BBC London membandingkan bagaimana kerja tukang sampah yang dikenal dengan binman di Inggris dengan tukang sampah di Jakarta yang sangat jauh berbeda dilihat dari berbagai segi, bahkan kesehatan dan keselamatan.

Bahkan Wilbur Ramirez, ayah dua anak itu, pun hidup bersama Imam dan keluarganya di perkampungan miskin di tengah tengah kehidupan Kota Jakarta yang kaya dan sangat timpang antara yang kaya dan miskin.
Wilbur Ramirez selama 10 hari mengikuti Imam bekerja mengumpulkan sampah di kota yang disebutkan sebagai kota yang padat penduduk dan sampah yang menjadi masalah besar.



"Kamu bekerja dengan siapa saja," tanya London binman, Wilbur Ramirez, kepada Imam yang dijawab bahwa ia bekerja sendiri mengumpulkan sampah dari rumah ke rumah.

Menangis melihat kehidupan Imam, Wilbur sering kali merasa terharu dan bahkan meneteskan air mata. Mana mungkin dengan gaji yang tidak seberapa Imam dapat hidup bersama anak dan istrinya meskipun mereka sama-sama bekerja sebagai tukang sampah selama 5 tahun.




Zulindatando Berry Natalegawa menulis di laman Facebook-nya, "Sediiiiiih banget liat acara di BBC 2 di London hari ini acara seorang bin man London ke Jakarta berbagi pengalaman."

"Sangat memalukan sekali Kota Jakarta ternyata sangat kotor dan masih terbelakang sekali cara kerjanya," ujar istri Berry Natalegawa, kakak Menlu Marty Natalegawa.

Menurut Linda, demikian Zulindatando Berry Natalegawa biasa disapa, seharusnya para pejabat malu menyaksikan acara yang menjadi perhatian masyarakat di Inggris. "Apa enggak malu? Malah wakil rakyat seenak-enaknya ambil uang rakyat, apalagi pemimpin negara yang tidak peduli, sangat memalukan. Semoga Allah bukakan mata dan telinga para pemimpin negara ini," ujar Linda yang bekerja di Kedutaan Besar Brunei Darussalam di London dan merekam program tersebut serta akan membawanya ke Jakarta.



Dalam laporannya disebutkan, Wilbur pun ikut mengumpulkan sampah dan bahkan menjajal melakukannya seorang diri dari rumah ke rumah.
"Sampah....," teriak ayah dua anak yang istrinya tidak merasa malu kalau suaminya menjadi tukang sampah itu.

Wilbur pun tidak dapat membendung air matanya ketika berkisah bagaimana kehidupan Imam dengan keluarganya yang tidak tersentuh oleh pelayanan kesehatan.
Dari dunia kesehatan dan keselamatan sadar pengelolaan limbah Inggris, Wilbur pun merasa takjub bagaimana sampah yang menumpuk di Bantar Gebang dan dikerumuni oleh para pemulung tanpa memperhatikan kesehatan dan keselamatan mereka.

"Nangis aku nontonnya.....bukan nangisin tukang sampah Inggris, tetapi rakyat kita yang kerja mengais-ngais sampah," ujar Yanti Hitalessy.
Laporan dari BBC itu pun menjadi bahan diskusi di laman Facebook yang, antara lain, disebut oleh Lies Parish. Meskipun sama-sama berprofesi sebagai tukang sampah atau binman, tetapi pekerjaan dan kehidupan mereka sungguh jauh berbeda.


                                           


"Bahkan London binman pun sampai menangis menyaksikan bagaimana tukang sampah di Jakarta," ujar Lies Parish yang lebih dari 14 tahun menetap di Inggris.

Hamiyah Panama, ibu Amelie yang pernah menetap di Inggris dan kini tinggal di Brussels yang juga menyaksikan tayangan tersebut, mengakui bahwa benar-benar kontras kehidupan di sana, miris.

Begitu pun Tjatri Dwimunali yang tinggal di Bristol. Ia menulis, tukang sampah di Inggris yang ikut bekerja sebagai tukang sampah di Jakarta pun merasa prihatin akan nasib tukang sampah di Jakarta, dan bahkan sering menangis melihat keadaan tukang sampah di Jakarta.

Di akhir laporannya, Wilbur tidak dapat membayangkan perjalanan kehidupan Imam dengan gaji yang tidak seberapa itu dan ketidakberdayaannya untuk mengubah keadaan.
Pada akhirnya, setelah berbicara dengan ketua RT setempat, Wilbur meminta agar Imam mendapat kenaikan gaji dan hal itu pun dapat dikabulkan.



sumber :  http://oase.kompas.com/read/2012/01/30/14421992/Kisah.Tukang.Sampah.Indonesia.di.Televisi.Inggris
http://www.youtube.com/watch?v=6EWLQw9TiCM

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Faktor Penyebab Rusaknya Terumbu Karang

Terumbu karang, selain berfungsi untuk kembangbiak ikan, pelindung pantai dari erosi dan abrasi, juga bermanfaat untuk sektor pariwisata. Terumbu karang merupakan sumber mata pencaharian bagi masyarakat pesisir dan 60 persen penduduk Indonesia yang tinggal di daerah pesisir.


Namun dewasa ini, jumlah terumbu karang di dunia dan tentu saja di Indonesia juga, menurun drastis. Kerusakan yang dialami terumbu karang disebabkan oleh dua hal, oleh manusia dan alam. Berikut adalah daftar penyebab kerusakan yang dialami oleh terumbu karang:

1. Terumbu karang yang hidup di dasar laut merupakan sebuah pemandangan yang cukup indah. Banyak wisatawan melakukan penyelaman hanya untuk melihatnya. Sayangnya, tidak sedikit dari mereka menyentuh bahkan membawa pulang terumbu karang tersebut. Padahal, satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang.

2. Membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut.

3. Mungkin tidak banyak yang sadar, penggunaan pupuk dan pestisida buatan pada lahan pertanian turut merusak terumbu karang di lautan. Karena meskipun jarak pertanian dan bibir pantai sangat jauh, residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhirnya akan terbuang ke laut melalui air hujan yang jatuh di lahan pertanian.

4. Boros menggunakan air, karena semakin banyak air yang digunakan semakin banyak pula limbah air yang dihasilkan dan akhirnya mengalir ke laut. Limbah air tersebut biasanya sudah mengandung bahan kimia.

5. Terumbu karang merupakan tujuan wisata yang sangat diminati. Kapal akan lalu lintas di perairan. Membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu karang yang berada di bawahnya. 

6. Penambangan pasir atau bebatuan di laut dan pembangunan pemukiman di pesisir turut merusak kehidupan terumbu karang. Limbah dan polusi dari aktifitas masyarakat di pesisir secara tidak langsung berimbas pada kehidupan terumbu karang. Selain itu, sangat banyak yang pengambilan karang untuk bahan bangunan dan hiasan akuarium.

7. Masih banyak yang menangkap ikan di laut dengan menggunakan bom dan racun sianida. Ini sangat mematikan terumbu karang. 

8. Selain karena kegiatan manusia, kerusakan terumbu karang juga berasal dari sesama mahkluk hidup di laut. Siput drupella salah satu predator bagi terumbu karang.

9. Pengundulan hutan di lahan atas sedimen hasil erosi dapat mencapai terumbu karang di sekitar muara sungai, sehingga mengakibatkan kekeruhan yang menghambat difusi oksigen ke dalam polip atau hewan karang.

10. Pengerukan di sekitar terum-bu karang Meningkatnya kekeruhan yang meng-ganggu pertumbuhan karang.

11. Penangkapan ikan hias dengan menggunakan bahan beracun (misalnya Kalium Sianida) Mengakibatkan ikan pingsan, mematikan karang dan biota avertebrata.

12. Penangkapan ikan dengan bahan peledak Mematikan ikan tanpa dikriminasi, karang dan biota avertebrata yang tidak bercangkang.

Sementara itu, ancaman terhadap ekosistem terumbu karang juga dapat disebabkan oleh adanya faktor alam. Baik berupa angin topan, badai Tsunami, gempa bumi, pemanasan oleh Cots (criwn of thorns starfish) dan pemanasan global yang menyebabkan pemutihan karang 

Untuk hal yang satu ini, kan sudah kehendak Tuhan, tidak mungkin kita dapat mencegahnya. Namun sebisa mungkin kita sebagai manusia harusnya menjaga dengan baik pemberian Tuhan yang banyak manfaatnya bagi kehidupan kita ini, bukankah bangsa yang bermartabat adalah bangsa yang melestarikan lingkungannya? :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments2

Wisata Aksi Bersih "GABUNG MULUNG TIDUNG"

Seiring berkembangnya wisata bahari Indonesia , Pulau Tidung kini ibarat Bali di tengah kebisingan Jakarta. Tidak hanya wisatawan domestik, wisatawan asing pun terbukti antusias mencari keindahan pulau tersebut. Seperti yang sudah disebutkan kemana-mana, Tidung terkenal dengan dua bagian pulaunya, Tidung Besar dan Tidung Kecil yang dihubungkan oleh sebuah jembatan fenomenal, Jembatan Cinta.

Pulau Tidung adalah salah satu objek wisata pulau paling eksotis dan paling banyak diminati di kawasan Kepulauan Seribu Selatan. Hampir 4000 pengunjung setiap mingggunya diperkirakan selalu meramaikan pulau dengan populasi lebih dari 5000 jiwa ini, khususnya saat weekend tiba. 

Kemolekan ekosistem terumbu karang disekitarnya adalah salah satu ikon pariwisata bahari yang ditawarkan, belum lagi paket wisata keluarga di sekitar Jembatan Cinta, dan kehangatan masyarakat sekitar yang menarik untuk dinikmati sepanjang desa di garis pantai pulau tersebut. Matahari terbenam adalah momen paling indah yang tidak pernah dilewatkan dalam sejarah kunjungan para wisatawan.


Berdasarkan aktivitas dan kesibukan pulau tersebut, sedikit banyak telah mempengaruhi kebersihan lingkungan sekitar pulau, ditambah dengan tingkat edukasi masyarakatnya yang masih kurang. Belum lagi dengan faktor Angin Tenggara yang membawa timbunan sampah kiriman kota Jakarta bermuara dipesisir pantai pulau tersebut, membuat ketidaknyamanan kunjungan para wisatawan, tentunya. 

Berawal dari kunjungan kami sebelumnya, kami terperangah hebat dengan kondisi pesisir pantainya. Pulau ini sudah layaknya pasar rakyat, mulai dari produk makanan, miuman, alat-alat rumah tangga seperti kasur dan alat masak, perlengkapan kantor sampai mainan anak-anak hadir disini, sayang wujudnya adalah Pasar Sampah, semua yang kami sebutkan sudah berupa sampah, bahkan kami menemukan pecahan tabung TV yang masih utuh di tepian.
Belajar dari penjelajahan kali itu, rasa iba menjangkiti kami untuk melakukan sesuatu untuk pulau-pulau tak bersalah ini. Celah nomor wahid Pulau-pulau cantik di Kepulauan Seribu dapat anda rasakan sebagai spot pariwisata bahari Indonesia yang juga mendukung perekonomian. Sayang, kalau hanya karena dilema sampah, pulau Tidung menjadi yang terlupakan nantinya. Tidak hanya masyarakat pulau yang harus bertanggung jawab atas dilema itu, pengunjung dan Warga Jakarta yang doyan kirim Wesel Pos sembarangan lewat laut, juga salah satu biang keladi nya. Mau mungutin sampah sendirian nggak mungkin bersih, terbesit niat untuk mengajak pula yang lainnya. Apalagi kami aktif dalam jaringan CS-Jakarta dan Backpacker Dunia, yang doyannya jalan-jalan dan menjelajah. Kenapa cuma jalan-jalan saja, masih banyak hal bermanfaat lainnya yang bisa kita lakukan sambil berwisata, termasuk mulung sampah. “Mulung nggak selalu rendah, mulung juga bisa menjadi kegiatan positif dan bermanfaat“.
Kemudian ide “Clean Up Tidung” atau bahasa kerennya “Gabung Mulung Tidung” disepakati, beberapa relawan dari teman sejawat bersedia, termasuk didalamnya para CS-ers, hitung-hitung sambil berwisata. 

Tidak dalam rangka menyambut hari penting apapun, aksi mulung sampah di pulau ini sengaja diselenggarakan sebagai salah satu tindakan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kelestarian pulau di lingkungan sekitar kita. Aksi kecil bermakna besar ini memiliki harapan besar, bahwa dengan program ini semua orang, baik masyarakat sekitar atau pengunjung akan bersedia menyumbangkan waktu dan tenaga, terutama untuk kegiatan membersihkan pantai di pulau tersebut. Serta merta memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai disekitar pulau. Sehingga semua khalayak dapat menikmati kelestarian dan keindahannya, dalam tempo ke masa depan.
Tidak hanya dalam lingkup komunitas, kami mengundang seluruh elemen masyarakat lainnya untuk ikut serta dalam aksi bersih ini, yang diselenggarakan 14 hingga 15 Mei lalu. Dan semua seperti diluar ekspektasi kami, peran besar media elektronik sebagai ajang promo event tersebut mengantarkan para relawan datang untuk berpartisipasi dalam acara GMT tersebut. Dari jumlah 20 orang relawan awalnya, kemudian meningkat bahkan membludak hingga over target. 300 orang lebih yang mendaftar, membuat kami kepayahan, tapi kami senang. Meski maksimum peserta akhirnya kami batasi hanya 250 partisipan saja.
Persiapan demi persiapan mulai digalang para panitia, dari mulai menginput data peserta, menghimpun dana, hingga mempersiapkan segala kelengkapan yang dibutuhkan selama acara. Rp.190.000, adalah harga yang cukup fantastis murah untuk paket wisata mulung sampah ini, pasalnya harga tersebut sudah termasuk akomodasi penginapan, makan, sepeda dan transportasi kapal, juga sebuah T-shirt keren “Gabung Mulung Tidung”. Keuntungan penjualan Tshirt GMT, sepenuhnya telah kami pertanggung jawabkan untuk keperluan acara ini, seperti membeli Tempat sampah, Trash Bag, dan kelengkapan pendukung lainnya.
Tidak semudah yang dibayangkan, dedikasi panitia disorot penuh untuk menyempurnakan persiapan. 12 jam sehari di seminggu terakhir, para panitia terus meluangkan waktu rapat yang berkesinambungan untuk update sistemasi pengaturan acara, bagian keuangan sibuk menginput data peserta yang masih banyak memiliki ketidak jelasan identitas, panitia perlengkapan tidak kalah perjuangannya, tawar menawar sampai di palak uang kopi oleh preman Muara Angke jadi kenangan indah saat mengantarkan drum-drum “tempat sampah” dengan truk sewaan menuju Pulau Tidung beberapa hari sebelum hari H.
Perjuangan tidak berhenti sampai di situ, disepakati ada 10 grup peserta yang masing-masing berjumlah sekitar 25 orang, yang dipimpin oleh satu orang Team Leader dan satu orang Sweeper yang merangkap sebagai dokumentator foto dan tenaga medis.MUARA ANGKE, 14 MEI 2011
Di awal fajar, seluruh panitia berangkat menuju 2 lokasi Basecamp untuk menyambut kedatangan partisipan. Basecamp 1 dilokasikan di terminal Grogol, sebagai salah satu akses menuju Muara Angke. Pasalnya partisipan yang ikut serta bukan hanya dari Jakarta, kota lain seperti Bogor, Bandung, Semarang bahkan Surabaya pun ikut meramaikan acara. Bukan hanya orang lokal saja, CS-ers dan teman sejawat dari berbagai daerah, seperti Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Lampung, dan dari berbagai Negara, seperti Jepang, Amerika, Perancis, India, Belanda, dan Finlandia juga ikut serta menjadi panitia. Dari awak Media, Trans TV, ANTV, Kompas.com dan Majalah Panorama juga datang untuk meliput kegiatan ini.
Team dayang-dayang di basecamp 1 telah siap untuk mengkoordinasi peserta menuju Muara Angke dengan mikrolet B01, Grogol – Muara Angke. Di Basecamp 2 juga sudah dipenuhi Team Leader dan Sweeper yang akan mengkoordinasi para anggotanya. KM Pesona Alam pun sudah bertengger di tepi pelabuhan Muara Angke. Dengan waktu yang sudah disepakati, partisipan pun berbondong-bondong menuju Kapal, tentunya setelah melalui serangkaian konfirmasi identitas dan penyerahan paket identitas peserta berupa Tshirt, tiket kapal, trash bag, pita, dan lainnya.
Kabar gembiranya, bukan hanya KM Pesona alam saja yang menunggu kedatangan kami, di Pulau Tidung, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu Selatan, dari mulai Bupati, Camat, Lurah, Kepala RT, Kepala RW hingga warga pemukiman Pulau Tidung akan menyambut kegiatan ini dengan keikutsertaan mereka. Pulau Tidung terletak tak jauh dari perkotaan Jakarta, 2-3 jam perjalanan dengan kapal motor, dari beberapa pelabuhan. Di Jakarta perkotaan, yang terkenal sebagai pelabuhan penghubung antara lain bisa dari Muara Angke atau bisa juga dari Ancol – Marina, tepatnya di Pelabuhan 21, atau dari wilayah Tangerang di Waraseban. 
Meski mendung bergelayut, namun ombak damai seakan menyambut baik kegiatan ini. Semua berjalan lancar hingga tiba di Pulau Tidung.
Kami disambut baik oleh Pemerintah setempat di dermaga pulau jam 12.30 siang, untuk meneruskan misi, setelah makan siang kami dan seluruh peserta berkumpul di dermaga untuk mulai Mulung. Sepuluh grup (per grup ber-anggotakan 20-25 orang) dibagi ke 10 titik tempat di Pulau Tidung Besar dan Tidung kecil yang dipimpin masing-masing oleh beberapa petugas kebersihan setempat. Yel-yel setiap grup seakan jadi senjata ampuh untuk membakar semangat diterik siang. Makin semangat, setelah Ibu PKK Pulau Tidung ikut bahu membahu Mulung. Jangan heran, kalau sampah yang terkumpul bisa mencapai ratusan kantong, dari mulai sampah produksi rumah tangga, hingga sampah kiriman Jakarta, semua di babat habis oleh partisipan.
Hingga pukul 5 sore, acara Happy Mulung disudahi, semua trashbag yang sudah penuh sampah di kumpulkan dibeberapa titik, untuk selanjutnya dibawa ke Incenerator atau tungku pembakaran sampah yang ada di pulau Tidung Besar untuk dibakar.
Bincang-bincang hangat dengan Bapak Bupati, Bapak Camat, Bapak Lurah, hiburan dari peserta, hingga kuis dan doorprize pun meramaikan acara Makan Malam di tanah lapang kelurahan. Semua nampak terlihat sumringah meski lelah, seperti senyum sumringah para Bapak Pulau Tidung kita yang tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih atas seluruh partisipan aksi bersih GMT.
PULAU TIDUNG, 15 MEI 2011
Nah, setelah sukses dengan acara Mulung sampah, pagi ini saatnya untuk para partisipan GMT menikmati wisata Pulau Tidung hingga siang hari. Dari mulai makan pagi, dilanjutkan hunting kapal untuk Snorkling, sepedaan, Jumping di jembatan Cinta, Banana Boat, hingga hunting Sate Odol, jajanan khas Tidung yang berupa sate ikan. Bahkan terapi asma dengan udara laut juga berlaku disini.
Belum lagi wisata sejarah yang berada disekitar Pulau Tidung dan didalam pulau itu sendiri. Tiga pulau yang menjadi Taman Arkeologi di Kepulauan Seribu seperti Pulau Onrust, Cipir dan Kelor juga tak jauh dari Tidung. Mau wisata ziarah, disini Pulau Tidung juga ada, sebuah makam kuno yang disinyalir sebagai makam Pangeran Hitam dari Malaka, yang tidak lain disebut-sebut sebagai nenek moyang Pulau Tidung, bisa anda kunjungi di Pulau Tidung Kecil. Yah, menurut Sejarah Djakarta, fakta mengatakan pulau ini memang dulunya merupakan hasil jajahan Fatahillah dari kekuasaan Raja Malaka. Selain makan orang pertama yang menginjak Pulau Tidung, di Tidung kecil anda juga dapat menikmati pesona lahan Mangroove milik Departemen Pertanian.
Seperti yang diungkap bapak Bupati, bahari disekitar Pulau Tidung memang masih bening, terumbu karang dikedalaman beberapa meter masih sanggup dilihat dengan mata telanjang. Sebenarnya banyak spot pulau yang bisa dinikmati untuk snorkling ataupun diving. Pulau Air, dan Pulau Payung adalah satu diantaranya yang berjarak paling dekat dengan Pulau Tidung. Bahkan di radius 300 meter dari telaga Jembatan cinta, spot snorkling juga ramai dikunjungi.
Kami dengan 20 lainnya berkesempatan memberi retahan roti biskuit untuk ikan-ikan di perairan Pulau Payung dan Tidung Kecil dengan snorkle gear lengkap. Amazing, sangat berkesan dan tentu menyenangkan, meski sempat diganggu oleh kehadiran si Jellyfish dan bulu babi. Pagi di weekend menjelang Waisak, Pulau Tidung dipenuhi pengunjung, diperkirakan mencapai 6000 hingga 15.000 pengunjung yang datang disaat musim liburan seperti ini. Dengan begitu, perekonomian masyarakat Tidung yang sehari-harinya adalah nelayan dan bagian dari kelengkapan pariwisata, dapat meningkat seiring dikenalnya Pulau Tidung ke masyarakat luas, baik domestik ataupun internasional.
Pesan cinta lingkungan tak henti-hentinya kami suarakan saat acara penutupan, hingga mengumpulkan buku-buku pelajaran yang bisa digunakan anak-anak dan warga sekitar sebagai wujud kepedulian kami terhadap edukasi pendidikan, terutama kebersihan. Buku tulis, hinnga buku-buku bacaan itu rencananya akan disalurkan kepada perpusatakaan sekolah setempat, dan kelompok ibu PKK setempat. Acara penutupan yang mengesankan, disertai gaya-gaya narsis para partisipan dalam foto grup masing-masing team, gelak tawa dari KM Pesona Alam hingga tiba di Muara Angke pukul 6 sore.
Dilema sampah memang jadi dilema kehidupan Pulau-pulau di Kepulauan Seribu, bayangkan saja, baru sejenak kegiatan bersih-bersih di pulau Tidung selesai, laut sore itu nampak ramai dengan lembaran-lembaran sampah yang terus mengalir ke arah pulau-pulau di Kepulauan Seribu. Miris, tapi ini membuat kita harus terus berpikir untuk melanjutkan misi aksi bersih ini tanpa takut dilema tersebut.
Tak henti-hentinya pesan masuk pada kami, untuk terus melanjutkan program bersih-bersih ini, dari mulai pulau ke pulau lainnya, dari tempat wisata satu ketempat wisata lainnya, juga lingkungan sekitar. Selanjutnya, tugas anda dan tugas kami lah untuk mewujudkan pesan-pesan mereka. Sebagai anak bangsa yang berdaya kreasi tinggi dibidang Pariwisata dan bidang-bidang lainnya, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk mendukung gerakan-gerakan cinta Bumi Pertiwi. Apapun itu, dukungan moril dan kesadaran diri sendiri adalah awal kebaikan bagi kita, bagi alam, dan manusia.
Source: http://www.kakigatel.com/aksi-bersih-gabung-mulung-tidung/


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Yuk Menanggulangi Abrasi!

Dalam upaya mengatasi abrasi ini sudah saatnya bagi kita untuk memikirkan cara-cara dan melakukan tindakan yang berwawasan konservasi, tidak lagi hanya dengan melakukan upaya yang sifatnya sementara saja. Pencegahan ataupun penanggulangan abrasi dengan berwawasan konservasi ini tentunya akan memberikan berbagai keuntungan bagi lingkungan (alam) yang akan membawa banyak imbas positif dalam kehidupan manusia. Salah satu cara mencegah ataupun mengatasi abrasi yaitu dengan cara penanaman bakau. Sebenarnya telah banyak orang yang mengetahui fungsi dan kegunaan hutan bakau bagi lingkungan. Namun dalam prakteknya di lapangan, masih banyak pula yang belum memanfaatkan hutan bakau sebagai sarana untuk mencegah atau mengatasi abrasi. 

Yang sering terlihat, dalam usaha mengatasi abrasi di daerah pantai, pemerintah di beberapa daerah melakukan kebijakan pencegahan abrasi dengan membangun pemecah gelombang buatan di sekitar pantai dengan maksud untuk mengurangi abrasi yang terjadi tanpa dibarengi dengan usaha konservasi ekosistem pantai (seperti penanaman bakau dan/atau konservasi terumbu karang). Akibatnya dalam beberapa tahun kemudian abrasi kembali terjadi karena pemecah gelombang buatan tersebut tidak mampu terus-menerus menahan terjangan gelombang laut. Namun payahnya, seringkali pengalaman tersebut tidak dijadikan pelajaran dalam menetapkan kebijakan selanjutnya dalam upaya mencegah ataupun mengatasi abrasi. Yang sering terjadi di lapangan, ketika pemecah gelombang telah rusak, lagi-lagi pemerintah setempat membangun pemecah geombang buatan dan lagi-lagi tanpa dibarengi dengan penanaman bakau atau konservasi terumbu karang yang rusak. Hal tersebut seakan-akan menjadi suatu rutinitas yang bila difikir lebih jauh, tetunya hal tersebut akan berimbas terhadap dana yang harus dikeluarkan daerah setempat.


Seandainya, dalam mengatasi abrasi tersebut kebijakan yang diambil pemerintah yaitu dengan membangun pemecah gelombang buatan (pada awal usaha mengatasi abrasi atau jika kondisi abrasi benar-benar parah dan diperlukan tindakan super cepat) dengan dibarengi penanaman bakau di sekitar daerah yang terkena abrasi atau bahkan bila memungkinkan dibarengi pula dengan konservasi terumbu karang, tentunya pemerintah setempat tidak perlu secara berkala terus menerus membangun pemecah gelombang yang menghabiskan dana yang tidak sedikit. Hal ini dikarenakan dalam beberapa tahun sejak penanaman, tanaman-tanaman bakau tersebut sudah cukup untuk mengatasi atau mengurangi abrasi yang terjadi.


Selain mencegah atau mengatasi abrasi, hutan bakau dapat membawa keuntungan-keuntungan lebih daripada hanya sekedar membangun pemecah gelombang buatan. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain:


1. Menjaga kestabilan garis pantai,
2. Menahan atau menyerap tiupan angin laut yang kencang,
3. Dapat mengurangi resiko dampak dari tsunami,
4. Membantu proses pengendapan lumpur sehingga kualitas air laut lebih terjaga dari endapan lumpur erosi,
5. Menghasilkan oksigen yang bermanfaat bagi manusia, hewan, dan tumbuhan,
6. Mengurangi polusi, baik udara maupun air.
7. Sumber plasma nutfah,
8. Menjaga keseimbangan alam,
9. Sebagai habitat alami makhluk hidup seperti burung, kepiting, dan lain sebagainya.


Source: http://pedemunegeri.com/tulisan/detail/703/mencegah-dan-mengatasi-abrasi-di-indonesia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Abrasi & Pembentukan Lahan Akibat Abrasi




Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak . Kekuatan abrasi ditentukan oleh besar-kecilnya gelombang yang menghempas ke pantai. Sebagaimana juga halnya erosi sungai, kekuatan daya kikis oleh gelombang dipertajam pula oleh butiran-butiran material batuan yang terkandung bersama gelombang yang terhempas membentur-bentur batuan. Pada pantai yang berlereng terjal dan berbatuan cadas, gelombang mengawali kikisannya dengan membentuk notch, lereng vertikal yang cekung (concave) ke arah daratan (lereng menggantung, overhanging). Bentukan lereng yang cekung ini memberi peluang kerja bagi gaya berat dari batuan di atas (overhanging), dan menjatuhkannya ke bawah.
Adapun bentuk lahan yang terbentuk karena peristiwa abrasi antara lain Notch, Cliff ,Wave-cut Platform, Sea Cave, Blow Hole, Inlet, Arch dan Stack.
1)        Notch, Cliff dan Wave-cut Platform
Cliff adalah bentuk lereng terjal yang menyerupai dinding; yaitu bagian yang ditinggalkan setelah suatu massa batuan longsor (landslides) oleh gaya beratnya sendiri. Sering, suatucliff mirip dengan bentuk escarp, tetapi escarp dibentuk sebagai dinding patahan akibat depressi tektonik, sedangkan cliff dibentuk oleh denudasi tektonik.
Sebelum cliff terbentuk, dimulai dengan pembentukan notch yang merupakan hasil pekerjaan gelombang (abrasi). Notch yaitu bentuk cekungan kaki lereng (profil) yang menghadap ke arah laut, pada zona pasang-surut dan garis tengahnya secara horizontal memanjang sejajar dan selevel dengan garis pantai/muka laut di saat pasang.
Ada dua tipe cliff. Tipe yang pertama bentuknya tegak atau miring ke belakang. Cliff tipe ini biasanya karena terdiri dari batuan yang relatif lembut, atau struktur geologisnya yang miring ke arah darat. Tipe yang kedua adalah overhanging cliff, suatu bentuk clif yang dinding lerengnya sangat miring atau menonjol ke arah laut. Clif tipe overhangingterbentuk pada formasi batuan yang keras (cadas) dengan struktur (deep) yang miring ke arah laut.
Wave-cut platform, adalah bagian dari pesisir (laut) yang rata pada permukaan batuan dasar (beds rock) yang dibentuk oleh pekerjaan gelombang (Hallaf, 2006).

2)        Sea Cave, Blow Hole dan Inlet
Perbedaan kekerasan batuan; ada batuan yang lembut dan yang lainnya keras, memberi perbedaan dalam kecepatan pengikisan. Bagian-bagian batuan cadas di mana terdapat celah dan rekahan-rekahan seperti jointed, akan lebih cepat terkikis daripada bagian yang tanpa celah atau rekahan.
Sekali gelombang sempat membuat suatu lubang, maka kekuatan atau daya tekanan dari benturan gelombang akan semakin intensif dan efisien terhadap lobang tersebut. Suatu lobang yang berbentuk corong yang mengarah ke arah datangnya gelombang, akan memberi peluang terfokusnya tekanan gelombang untuk memperhebat daya benturannya. Kondisi yang demikian akan lebih dipertajam daya kikisnya bila di dalam gelombang itu termuat butiran-butiran material keras. Makin luas mulut suatu gua di dinding pantai, makin banyak pula massa air gelombang yang membentur ke dalamnya. Tekanan benturan dan pukulan gelombang semacam ini di saat badai mampu menggetarkan (microseismic) dan meremukkan kompleks batuan cadas di sekitarnya. Lambat laun muncratan air menembus hingga ke permukaan tanah di atasnya (headland) dan membentuk blow hole.
Dua macam lubang besar ini (cave dan blow hole) diberi nama sesuai dengan posisinya. Cave atau gua laut karena posisinya yang horizontal mengarah ke laut; sedangkan blow hole adalah lubang yang tegak lurus, seperti dolina di daerah karst. Bentukan blow hole dipercepat oleh, selain benturan langsung gelombang, juga oleh semprotan (muncratan), getaran, pelapukan dari atas dan gravitasi yang menjatuhkan batuan di atasnya. Demikian seterusnya hingga kedua lubang tersebut bukan saja bersambungan dalam bentuk terowongan, tetapi atapnya pun runtuh seluruhnya, disebutinlet atau terusan (Hallaf, 2006).

3)        Sea Cave, Arch dan Stack
Demikianlah proses suatu gua laut terbentuk hingga menembus ke dinding pantai sebelahnya pada suatu tanjung. Terowongan gua dengan sambungan semacam jembatan alam di atasnya pada ujung tanjung disebut arch.
Bila kelak jembatan alam (arch) ini runtuh atau putus, maka bagian ujung tanjung yang ditinggalkan, dengan bentuk pilar raksasa (tugu) disebut stack (Hallaf, 2006).

Source: http://dhayatgeo.blogspot.com/2011/12/abrasi-dan-sedimetasi-pantai.html


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0