RSS
Tampilkan postingan dengan label save tidung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label save tidung. Tampilkan semua postingan

APA ITU HUTAN MANGROVE ATAU HUTAN BAKAU?


Hutan bakau biasanya banyak disebut juga hutan mangrove, adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau (percampuran antara air tawar dengan air asin) yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini banyak tumbuh khususnya di tempat-tempat yang terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, ataupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas (tingkat keasinan atau kadar garam yang larut alam air) tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.

Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling garis khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika. Luas hutan bakau Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar yang merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi negara Brazil (1,3 juta ha), negara Nigeria (1,1 juta ha) dan negara Australia (0,97 ha). Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan. Di bagian timur Indonesia, di tepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Sampah di Pulau Tidung


Naiknya popularitas Pulau Tidung sebagai salah satu tujuan wisata menarik wisatawan yang berkunjung ke tempat ini semakin banyak. Hal ini pun berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di Pulau Tidung. Seiring berkembangnya wisata bahari di Pulau Tidung, maka meningkat pula kesejahteraan masyarakat Pulau Tidung.
 
Namun tidak semua wisatawan yang berkunjung mampu menjaga kelestarian alam Pulau Tidung.
Sampah banyak yang menumpuk di sudut pulau. Kebanyakan sampah berupa batok kelapa ataupun bungkus bekas makanan.Sampah yang menumpuk tersebut sebagian besar berasal dari pengunjung yang tidak mengindahkan papan peringatan larangan membuang sampah. Karena, ketika melewati lokasi tersebut, beberapa pengunjung seenaknya membuang sampah bekas botol minuman ke tempat tersebut.






SAMPAH adalah salah satu masalah yang belum terselesaikan di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Sampah  yang tidak hanya berasal dari sampah rumah tangga ini terus mengotori Pulau Tidung yang indah.

Sampah-sampah di Pulau Tidung ada pula yang berasal dari 13 muara yang ada di sekitar pulau ini. Hal ini yang menarik perhatian dan inisiatif dari Komunitas Kaki Gatel untuk kembali mengadakan acara Gabung Mulung Tidung (GMT).




Sepanjang tepi pantai menuju Jembatan Cinta, banyak sampah plastik yang terdampar sehingga agak merusak keindahan panorama Pantai Tidung Timur.

Petugas yang ada di Pulau Tidung terbatas. Selain itu, tidak ada sub dinas kebersihan, jadi memang cukup sulit untuk mengelola sampah di Pulau Tidung.

Namun pada  GMT 3 telah dibuat bank sampah sehingga warga bisa mengumpulkan sampah, kemudian dipilah. Jadi, ada sampah yang dapat dibeli oleh regu yang telah dikoordinir Kaki Gatel. Nanti uang hasil penjualan sampah itu bissa ditabung dan bisa diambil saat dibutuhkan.





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0