RSS
Tampilkan postingan dengan label pulau tidung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pulau tidung. Tampilkan semua postingan

GABUNG MULUNG TIDUNG




Berawal dari pertemanan 2 orang, Arta dan Zee, kedua orang tersebut sangat menggemari traveling dan menulis blog. Sampai akhirnya mereka menjamah Pulau Tidung dan melihat bagaimana kotor dan penuh dengan sampah di pulau tersebut, aktivitas dan kesibukan Pulau tersebut telah mempengaruhi kebersihan lingkungan sekitarnya, ditambah lagi dengan tingkat edukasi masyarakat yang masih kurang. Belum lagi dengan faktor Angin Tenggara yang membawa timbunan sampah kiriman kota Jakarta bermuara dipesisir pantai pulau tersebut, membuat ketidaknyamanan kunjungan para wisatawan. Kemudian terbersit oleh mereka untuk melakukan aksi nyata, dengan mengajak teman-teman sesama backpacker mereka mengajak jalan-jalan ke pulau tidung sambil mungut sampah. yang mendapat perhatian 300 orang relawan. Semula 20 orang relawan yang kemudian bertambah menjadi 300 orang lalu mengingat mereka sendiri baru pertama kali melaksanakan aksi nyata ini kemudian membatasi menjadi 250 orang relawan.

Acara dilaksanakan pada tanggal 14-15 Mei 2011. Para peserta dimintai biaya sebesar Rp.190.000, harga yang cukup fantastis murah untuk paket wisata mulung sampah ini, karena harga tersebut sudah termasuk akomodasi penginapan, makan, sepeda dan transportasi kapal, juga sebuah T-shirt keren “Gabung Mulung Tidung”.

Tanggal 14 Mei 2011 dengan waktu yang sudah disepakati, partisipan pun berbondong-bondong menuju Kapal, tentunya setelah melalui serangkaian konfirmasi identitas dan penyerahan paket identitas peserta berupa Tshirt, tiket kapal, trash bag, pita, dan lainnya. Sesampainya di Pulau Tidung seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu Selatan, dari mulai Bupati, Camat, Lurah, Kepala RT, Kepala RW hingga warga pemukiman Pulau Tidung, KM Pesona. Setelah makan siang di penginapan masing-masing yang telah dibagi, para peserta kembali ke dermaga Tidung untuk berkumpul. Peserta tersebut dibagi menjadi 10 grup (per grup ber-anggotakan 20-25 orang) dibagi ke 10 titik tempat di Pulau Tidung Besar dan Tidung kecil yang dipimpin masing-masing oleh beberapa petugas kebersihan setempat. Kira-kira sekitar jam 5 sore tiap grup mengumpulkan trashbag yang telah di isi penuh dengan sampah-sampah lalu dibawa ke Incenerator atau tungku pembakaran sampah yang ada di pulau Tidung Besar untuk dibakar.
Tanggal 15 Mei 2011 dari pagi hari para partisipan GMT menikmati wisata Pulau Tidung hingga siang hari. Dari mulai makan pagi, dilanjutkan hunting kapal untuk Snorkling, sepedaan, Jumping di jembatan Cinta, Banana Boat, hingga hunting Sate Odol, jajanan khas Tidung yang berupa sate ikan. Bahkan terapi asma dengan udara laut juga berlaku disini, menikmati pesona lahan Mangroove milik Departemen Pertanian. Sebelum berangkat ke pulau Tidung, peserta diminta untuk menyumbang buku-buku bekas yang bermanfaat bagi masyarakat pulau Tidung, mengumpulkan buku-buku pelajaran yang bisa digunakan anak-anak dan warga sekitar sebagai wujud kepedulian kami terhadap edukasi pendidikan, terutama kebersihan. Buku tulis, hinnga buku-buku bacaan itu rencananya akan disalurkan kepada perpusatakaan sekolah setempat, dan kelompok ibu PKK setempat. Setelah semua acara selesai peserta GMT pun kembali pulang menuju muara angke.



Seiring berkembangnya apresiasi dan animo dari kalangan masyarakat luas dan keinginan terbesar kakigatel.com dalam menjaga konsistensinya dalam melakukan aksi nyata, maka dengan kerjasama yang solid antara peserti dengan Pemerintah Kepulauan Seribu, terwujudlah ide-ide program untuk kegiatan GMT kedua. GMT 2 ini adalah sequel dari kegiatan Gabung Mulung Tidung 1 dengan tema “Tidung bersih, Cerdas Generasiku”. Pada tanggal 17-18 September 2011 dilaksanakannya GMT 2 yang mempunyai 3 program baru, GMT dicanangkan dalam kegiatan Penanaman Mangrove, Peremajaan Taman Baca, Penanaman Batu Kubus, hingga Malam Halal Bihalal antara penggiat rekreasi, Pemerintah hingga masyarakat asli Pulau Tidung. 5000 mangrove siap ditanam, bukan hanya sebagai aksi penahan abrasi, tetapi semata-mata sebagai edukasi kepada wisatawan dan masyarakat, tak terhitung berapa buku didonasikan, beserta 2 komputer serta 1 AC diinstalasikan untuk Taman Baca Nyiur, di Pulau Tidung. Aksi Greenpeace yang memasang instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya skala sederhana yang menghasilkan listrik untuk penerangan taman baca tersebut, makin membuat aksi nyata ini sempurna, guna membudidayakan semangat membaca pada masyarakat Pulau Tidung. Lalu GMT menggiring lebih dari ratusan pesertanya saat snorkeling untuk aksi penanaman batu kubus atau Fish Shelter yang berguna sebagai sarana pengganti pengait jangkar, untuk pelestarian ekosistem terumbu karang disekitar pulau akibat penggunaan jangkar oleh kapal-kapal snorkeling.




            Tanggal 29-30 September 2012 dilaksanakannya GMT 3 yang mendapat sukarelawan sebanyak lebih kurang 1.400 sukarelawan yang ikut dalam acara Gabung Mulung Tidung. Peserta yang ikut tidak hanya dari kalangan anak muda tetapi ada juga yang sudah tua, ibu-ibu, ada juga sekeluarga yang ikut. Acara besar adalah memulung sampah yang terdapat di Pulau Tidung, lalu diadakannya flashmob, sumbangan buku untuk taman baca Nyiur, lalu ada lomba-lomba menarik.
            29 September 2012 pagi semua peserta berkumpul di Dermaga Bahtera Jaya Ancol. Setelah sampai di Pulau Tidung semua peserta menuju penginapan masing-masing yang dibantu oleh Team Leader tiap kelompok, dilanjutkan makan siang peserta yang telah di sediakan di dalam penginapan. Kemudian acara dilanjutkan, pertama semua peserta di kumpulkan di depan kantor Kelurahan dan mulai berjalan bersama ke Tidung Kecil untuk memulai mulung sampah serta berbagai acara lain yang telah di persiapapkan oleh panitia inti.

30 September 2012 acara dilanjutkan dengan snorkeling, flashmob, tarik tambang dan holi. Pada siang harinya makan siang dan acara bebas serta persiapan untuk kembali pulang ke Jakarta.




“Mulung nggak selalu rendah, mulung juga bisa menjadi kegiatan positif dan bermanfaat“.





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Pulau Pariwisata Berbasis Penduduk


Sejak akhir 2009 Pulau tidung dinobatkan sebagai tempat wisata berbasis penduduk, hingga sekarang eksistensi Pulau tidung semakin meningkat karena keindahan alamnya yang
begitu mepesona membuat para pengunjung ketagihan untuk berlibur ke Pulau tidung. Setiap
pekannya para wisatawan yang berkunjung ke Pulau tidung mencapai 3000- an orang.
Tak heran jika Pulau tidung menjadi objek wisata terfavorit di Jakarta dan mampu
mengalahkan tempat-tempat wisata besar seperti: Ancol, Ragunan dan Taman Mini Indonesia
Indah pada pertengahan tahun 2010 (sumber: Metro TV) karena Pulau Tidung memiliki banyak
keunikan mulai dari jembatan cinta, hutan mangrove, sejarah tokoh Pu lau Tidung (Makam
Panglima Hitam & Makam Raja Pandita), sunrise/sunset view dan masih banyak lagi sejuta
keunikan yang ada di Pulau Tidung.
Ada beberapa tempat - tempat yang mesti disambangi pada saat berwisata ke pulau tidung,
yakni :


1. Tanjongan timur Pulau Tidung
Tanjongan timur Pulau Tidung adalah pusat tempat berwisata dimana di tanjongan ini banyak
menawarkan fasilitas dan kegiatan mulai dari kulinier khas pulau tidung, water sport, pantai
pasir putih, serta jembatan cinta pulau tidung.



2. Jembatan Cinta Pulau Tidung
Jembatan Cinta “Love Bridge” adalah salah satu icon yang ada di Pulau Tidung. Jembatan
yang menjadi penghubung antara Pulau Tidung besar – Pulau Tidung kecil ini biasa dijadikan untuk banyak kegiatan, salah satunya yaitu melompat indah dari ketinggian 8 sampai dengan
10 meter, berfoto2, sunrise view dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan
di sini.



3. Pasir berbisik Pulau Tidung
Pasir pantai yang seolah berbisik dikarenakan banyak pohon cemara yang terkena terpaan
angin sehingga mengeluarkan suara seolah-olah berbisik, pasir pantai berbisik ini terletak
disebalah barat pulau tidung tepatnya setelah pemukiman kampung baru pulau tidung. pantai
ini juga sangat indah untuk mengabadikan momen anda pada saat berada di pulau tidung.



4. Tanjongan barat Pulau Tidung
Tanjongan barat ini adalah ujung sebelah barat pulau tidung, jarak tempuh untuk sampai ke
tanjongan barat dari pusat perkampungan sekitar kurang lebih 10 Menit Menggunakan sepeda,
bagi yang senang bersepeda sebaiknya anda mengunjungi tempat ini karna anda bisa melihat
sekeliling pulau, untuk menempuh tanjongan barat ini anda akan melalui hutan kecil atau biasa
disebut kebon serta melalui satu perkampungan kecil yang biasa disebut kampung baru.



5. Pasir Perawan Pulau Tidung
sesuai dengan namanya pasir perawan ini seolah tidak pernah dijama oleh siapapun, pasir
yang membentang luas yang terletak dekat bibir pantai pulau tidung kecil ini sangatlah harus
anda kunjungi, tapi sungguh disayangkan pasir ini hanya terlihat pada waktu - waktu tertentu
yakni pada saat air laut sedang surut, jika anda orang yang beruntung untuk memijak kaki anda
dipasir ini maka jangan lupa mengabadikannya karna tidak semua wisatawan mendapatkan
kesempatan ini.




6. Makam Panglima Hitam
Panglima Hitam atau Kumpi Turu biasa disebut penduduk setempat adalah salah satu Tokoh
Masyarakat Pulau Tidung yang kharismatik. Kesantunan dan perilaku beliau sangat di
segani oleh masyarakat sekitar di masa- nya. Konon Panglima Hitam memiliki kesaktian yang
sangat luar biasa sehingga makam-nya pun kini banyak dikunjungi para peziarah. Makam
Panglima Hitam berada di sebelah timur Pulau Tidung kecil. Tak ada salahnya jika kami
merekomendasi anda untuk mengunjungi makam ini bukan untuk mencari kesaktian, namun
hanya untuk menambah wawasan sejarah saja.



7. Pelabuhan Betok Pulau Tidung
Pelabuhan ini sentral keluar masuknya para wisatawan dan di pelabuhan ini banyak
menawarkan jajanan dan cindra mata khas pulau tidung yang bisa anda beli.



8. Hutan Mangrove Pulau Tidung
Hutan mangrove berada di sebelah barat Pulau Tidung tepatnya di area sekitar sekolah MTsN
26 Jakarta, yang menggagas adalah Bahroni salah satu pemuda Pulau Tidung yang juga
berprofesi sebagai guru ini mempunyai mimpi untuk membuat hutan mangrove dan berkat
kegigihannya hutan mangrove yang ia kerjakan berhasil menjadi salah satu icon Pulau Tidung.
Tujuan membangun hutan mangrove tak lain hanya untuk mengantisipasi terjadinya abrasi
pantai.
Sekarang ini sudah banyak intansi maupun organisasi-organisasi non profit yang berkunjung
untuk kegiatan penelitian dan penanaman bibit mangrove. Beberapa organisasi tersebut
diantaranya: KEMENPORA, Sudin pendidikan Kep. Seribu, ACT, SMA Labschool Jakarta, dll.
Karena perjuangannya dalam melestarikan lingkungan Bahroni berhasil menyabet Juara II
Pemuda Pelopor tingkat Nasional.


Source: http://tidungsantai.com/index.php/area-wisata-pulau-tidung.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Pergeseran Mata Pencaharian Masyarakat Pulau Tidung

Pulau yang berpenduduk sekitar 4.250 orang ini memiliki mata pencaharian utama sebagai nelayan serta petani rumput laut. Dipulau tidung besar dihuni oleh beberapa ratus kepala keluarga dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan maka tidak heran banyak ikan ikan kerapu milik nelayan yang terdapat di pulau tidung besar, namun sejak tahun 2009 terjadi pergeseran mata pencaharian menjadi pariwisata.

Rumah-rumah warga sebagian besar disewakan untuk penginapan bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke pulau tersebut. Banyak juga penduduk setempat yang memiliki usaha persewaan sepeda karena satu-satunya akses untuk berkeliling pulau tersebut dengan menggunakan sepeda, sepeda motor atau bcak motor, di sana tidak ada jalan-jalan besar yang mampu dilewati mobil-mobil, itulah sebabnya udara di Pulau Tidung sangat bersih jauh dari polusi udara.


Berjalan ke arah jembatan cinta, banyak tempat-tempat makan yang berbentuk warung kecil dikelola oleh masyarakat setempat, ada juga beberapa tempat barbeque yang buka setelah hari beranjak sore. Semakn dekat dengan jembatan cinta, banyak rumah warga ataupun lapak-lapak yang menawarkan jasa pariwisata seperti snorkeling, banana boat, dll.






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Ajakan GMT Ke Masyarakat Untuk Peduli Lingkungan

KEGIATAN bersih-bersih pantai menjadi kewajiban banyak pihak ketika destinasi wisata ini semakin tercemar. Adalah Gabung Mulung Tidung, sebuah kegiatan yang kini memasuki penyelenggaraan ketiga untuk mengajak masyarakat semakin peduli keindahan Pulau Tidung.

Gabung Mulung Tidung (GMT) berawal dari kepedulian Bartasan Wauran dan Tri Harningsih terhadap keindahan dan kebersihan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Keduanya orang tersebut merupakan tokoh di balik komunitas Kaki Gatel, yang awalnya hanya nama blog pribadi berisi perjalanan wisata yang telah mereka jalani.


Ide GMT muncul ketika salah seorang teman mereka, tepatnya dari komunitas Couch Surfing, datang dari luar negeri. Keduanya berinisiatif mengajak sang tamu ke Pulau Tidung, salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang menjadi tujuan wisata populer. Ketika sampai di Pulau Tidung, mereka mendapati bahwa pulau ini dipenuhi cukup banyak sampah. Sampah-sampah ini berasal dari wisatawan yang datang, limbah rumah tangga warga, juga sampah "kiriman" dari beberapa muara di Jakarta.

Melihat kenyataan tersebut, kedua orang ini tidak ingin perjalanan mereka hanya menjadi acara wisata. Setelah kegiatan mengajak teman ke Tidung, mereka mengumpulkan beberapa teman untuk melakukan survei dan menggugah kepedulian terhadap keadaan alam di Pulau Tidung. Berhasil mengumpulkan teman sebanyak 14 orang, mereka pun berangkat ke Pulau Tidung untuk melakukan survei. Setelah melihat kenyataan di pulau tersebut, melakukan perundingan untuk kegiatan yang tepat dilakukan di pulau tersebut, tercetuslah ide kegiatan GMT 1.

GMT 1 merupakan gabungan antara kegiatan sosial dengan kegiatan hiburan. GMT 1 dilakukan pada Mei 2011 dengan jumlah peserta sebanyak 350 orang. Kegiatan sosial yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah membersihkan Pulau Tidung dari sampah-sampah yang berserakan dan pembagian tong sampah. Namun sayang, saat ini tong sampah yang diberikan telah lenyap seluruhnya.

"Peserta acara GMT 1 tidak hanya berasal dari Indonesia. Ada juga peserta yang berasal dari luar negeri. Acara ini dihadiri pula oleh para pejabat pemerintahan setempat," kata Bartasan, Ketua Pelaksana GMT, ketika berkunjung ke redaksi Okezone di Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.

Melihat antusiasme peserta yang tinggi, diadakanlah GMT 2 dengan jumlah peserta mencapai 600 orang, dua kali lipat dari jumlah peserta GMT 1. Pada acara kali ini, kegiatan sosial yang dilakukan lebih beragam. Selain memungut sampah di Pulau Tidung, peserta pun diajak menanam mangrove, menyumbang buku untuk taman bacaan, dan membuat batu kubus.

Batu kubus adalah sebuah alat yang dibuat dari semen seberat 200 kilogram yang digunakan untuk mendaratkan jangkar kapal agar tidak merusak terumbu karang yang ada. Sayangnya, tanaman mangrove yang ditanam oleh peserta GMT 2 tidak terurus hingga akhirnya tidak ada satupun yang tumbuh.

“Mangrovenya gak tumbuh karena tidak ada yang kontrol rutin ke Pulau tidung. Masalah dana menjadi kendala, karena untuk mengirim orang ke Pulau Tidung secara rutin, butuh biaya yang tidak sedikit," imbuh pria yang akrab disapa Arta ini.

Kekurangan dana menjadi salah satu masalah yang dihadapi komunitas Kaki Gatel untuk memaksimalkan kegiatan sosial yang mereka lakukan. Hal ini dikarenakan tidak adanya pihak sponsor yang mendukung penuh kegiatan pasca GMT.



Untuk kegiatan GMT 3 yang akan dilaksanakan 29-30 September 2012, komunitas Kaki Gatel telah membuat rancangan acara lain. Selain memulung sampah sebagai kegiatan utama, peserta akan diajak mengembangkan lagi taman bacaan hasil kegiatan GMT sebelumnya. Lalu, akan dibuat pula bank sampah di Pulau Tidung. Tujuannya mengajak warga dan wisatawan peduli terhadap keindahan Tidung. Bank sampah diharapkan juga dapat menambah pendapatan warga.

Source: http://travel.okezone.com/read/2012/09/07/407/686778/gmt-ajak-masyarakat-peduli-kebersihan-pulau-tidung

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

MANGROVE DAN MANFAATNYA UNTUK MAHLUK HIDUP SEKITAR



Hutan mangrove merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan suatu varietas komunitas pantai tropik yang didominasi oleh beberapa spesies pohon-pohon yang khas atau semak-semak yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh dalam perairan asin. Hutan mangrove meliputi pohon-pohon dan semak yang tergolong ke dalam 8 famili dan terdiri atas 12 genera tumbuhan berbunga, yaitu Avicenia, Sonneratia, Rhizophora, Bruguiera, Ceriops, Xylocarpus, Lumnitzera, Aegiceras, Aegiatilis, Snaeda, dan Conocarpus .

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki hutan mangrove dengan keanekaragaman jenis yang tinggi. Tercatat terdapat 202 jenis yang terdiri dari 89 jenis pohon, 5 jenis palem, 19 jenis liana dan 44 jenis epifit. Merujuk hasil identifikasi Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial tahun 1999, luas keseluruhan hutan bakau di Indonesia sekitar 8,6 juta hektar, terdiri atas 3,8 juta hektar di dalam kawasan hutan dan 4,8 hektar di luar kawasan hutan. Kerusakan hutan bakau di dalam kawasan hutan 1,7 hektar atau sekitar 44,73 persen dan kerusakan di luar kawasan hutan 4,2 juta hektar atau sekitar 87,50 persen.

Secara fisik hutan mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya erosi laut serta sebagai perangkap zat-zat pencemar dan limbah, mempercepat perluasan lahan, melindungi daerah di belakang mangrove dari hempasan dan gelombang serta angin kencang, mencegah intrusi garam (salt intrution) ke arah darat; mengolah limbah organik, dan sebagainya.

Hutan mangrove mampu meredam energi arus gelombang laut, keberadaan hutan mangrove juga dapat memperkecil gelombang tsunami yang menyerang daerah pantai. Rumpun bakau (Rhizophora) memantulkan, meneruskan, dan menyerap energi gelombang tsunami yang diwujudkan dalam perubahan tinggi gelombang tsunami ketika menjalar melalui rumpun tersebut.



Vegetasi mangrove juga dapat menyerap dan mengurangi pencemaran (polutan). Jaringan anatomi tumbuhan mangrove mampu menyerap bahan polutan, misalnya seperti jenis Rhizophora mucronata dapat menyerap 300 ppm Mn, 20 ppm Zn, 15 ppm Cu, dan pada daun Avicennia marina terdapat akumulasi Pb ³ 15 ppm, Cd ³ 0,5 ppm, Ni ³ 2,4 ppm. Selain itu, hutan mangrove dapat mengendalikan intrusi air laut, yakni percepatan intrusi air laut di pantai Jakarta meningkat dari 1 km pada hutan mangrove selebar 0,75 km menjadi 4,24 km pada areal tidak berhutan.


Secara biologi hutan mangrove mempunyai fungsi sebagai daerah berkembang biak (nursery ground), tempat memijah (spawning ground), dan mencari makanan (feeding ground) untuk berbagai organisme yang bernilai ekonomis khususnya ikan dan udang. Habitat berbagai satwa liar antara lain, reptilia, mamalia, hurting dan lain-lain. Selain itu, hutan mangrove juga merupakan sumber plasma nutfah.

Mangrove sejak lama telah dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Tercatat sekitar 67 macam produk yang dapat dihasilkan oleh ekosistem hutan mangrove dan sebagian besar telah dimanfaatkan oleh masyarakat, misalnya untuk bahan bakar (kayu bakar, arang, alkohol), bahan bangunan (tiang-tiang, papan, pagar); alat-alat penangkapan ikan (tiang sero, bubu, pelampung, tanin untuk penyamak); tekstil dan kulit (rayon, bahan untuk pakaian, tanin untuk menyamak kulit), makanan, minuman dan obat-obatan (gula, alkohol, minyak sayur, cuka), peralatan rumah tangga (mebel, lem, minyak untuk menata rambut), pertanian (pupuk hijau), chips untuk pabrik kertas dan lain-lain.

Hutan mangrove juga berperan dalam pendidikan, penelitian dan pariwisata. Bahkan menurut FAO (1982), di kawasan Asia dan Pasifik, areal mangrove juga digunakan sebagai lahan cadangan untuk transmigrasi, industri minyak, pemukiman dan peternakan. Dari kawasan hutan mangrove dapat diperoleh tiga macam manfaat. Pertama, berupa hasil hutan, baik bahan pangan maupun bahan keperluan lainnya. Kedua, berupa pembukaan lahan mangrove untuk digunakan dalam kegiatan produksi baik pangan maupun non-pangan serta sarana/prasarana penunjang dan pemukiman. Manfaat ketiga berupa fungsi fisik dari ekosistem mangrove berupa perlindungan terhadap abrasi, pencegah terhadap rembesan air laut dan lain-lain fungsi fisik.

Ekosistem hutan mangrove memiliki produktivitas yang tinggi. Produktivitas primer ekosistem mangrove ini sekitar 400-500 gram karbon/m2/tahun adalah tujuh kali lebih produktif dari ekosistem perairan pantai lainnya. Kerusakan mangrove akan berdampak pada/penurunan volume dan keragaman jenis ikan yang ditangkap (56,32% jenis ikan menjadi langka sulit didapat, dan 35,36% jenis ikan menjadi hilang/tidak pernah lagi tertangkap).

Oleh karenanya, ekosistem mangrove mampu menopang keanekaragaman jenis yang tinggi. Daun mangrove yang berguguran diuraikan oleh fungi, bakteri dan protozoa menjadi komponen-komponen bahan organik yang lebih sederhana (detritus) yang menjadi sumber makanan bagi banyak biota perairan (udang, kepiting).

Tumbuhan bakau bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Umumnya bakau mempunyai sistem perakaran yang menonjol (akar napas/pneumatofor), sebagai suatu cara adaptasi terhadap keadaan tanah yang miskin oksigen atau anaerob.

Peran dan manfaat hutan bakau:
•   melindungi pantai dari erosi dan abrasi pantai
•   melindungi pemukiman penduduk dari terpaan  badai dan angin dari laut
•   mencegah intrusi air laut
•   tempat hidup dan berkembang biak berbagai satwa liar seperti ikan, udang, kepiting, burung, monyet, dsb.
•   menghasilkan bahan-bahan alami yang bernilai ekonomis seperti kayu untuk bahan bangunan, bahan perahu dan kayu bakar
•   memiliki potensi edukasi dan wisata
mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan CO2 dari udara, dll.

Manfaat-manfaat yang akan didapat dari tambak ramah lingkungan:
•   Kontruksi pematang tambak menjadi lebih kuat karena akan terpegang akar-akar bakau;
•   Pejalan kaki akan nyaman berjalan di atas pematang karena dirimbuni tajuk tanaman bakau;
•   Daun bakau dapat digunakan sebagai makanan untuk ternak (khususnya, kambing), dan buahnya dapat dijadikan berbagai macam penganan manusia (seperti selai, kripik dll)
•   Keanekaragaman hayati akan meningkat (termasuk bibit ikan alam dan kepiting), yang akan meningkatkan juga pendapatan petani ikan;
•   Mencegah erosi pantai dan intrusi air laut ke darat, sehingga pemukiman dan sumber air tawar dapat terjaga dan dipertahankan;
•   Kualitas air tambak menjadi lebih baik, karena fungsi perakaran  bakau dapat ‘menyaring’ limbah padat dan mikroba yang terdapat pada lantai hutan bakau dan dapat mendekomposisi bahan organik yang berasal dari kegiatan budidaya maupun dari luar tambak;
•   Terciptanya sabuk hijau pesisir (coastal green belt) serta ikut mendukung program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global karena bakau akan mengikat (sequester) CO2 dari atmosfer dan melindungi kawasan pemukiman dari kecenderungan naiknya muka air laut;
•   Bakau akan mengurangi dampak bencana alam seperti badai dan gelombang air pasang, sehingga kegiatan-kegiatan usaha maupun pemukiman disekitarnya dapat terselamatkan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments1

Sampah di Pulau Tidung


Naiknya popularitas Pulau Tidung sebagai salah satu tujuan wisata menarik wisatawan yang berkunjung ke tempat ini semakin banyak. Hal ini pun berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di Pulau Tidung. Seiring berkembangnya wisata bahari di Pulau Tidung, maka meningkat pula kesejahteraan masyarakat Pulau Tidung.
 
Namun tidak semua wisatawan yang berkunjung mampu menjaga kelestarian alam Pulau Tidung.
Sampah banyak yang menumpuk di sudut pulau. Kebanyakan sampah berupa batok kelapa ataupun bungkus bekas makanan.Sampah yang menumpuk tersebut sebagian besar berasal dari pengunjung yang tidak mengindahkan papan peringatan larangan membuang sampah. Karena, ketika melewati lokasi tersebut, beberapa pengunjung seenaknya membuang sampah bekas botol minuman ke tempat tersebut.






SAMPAH adalah salah satu masalah yang belum terselesaikan di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Sampah  yang tidak hanya berasal dari sampah rumah tangga ini terus mengotori Pulau Tidung yang indah.

Sampah-sampah di Pulau Tidung ada pula yang berasal dari 13 muara yang ada di sekitar pulau ini. Hal ini yang menarik perhatian dan inisiatif dari Komunitas Kaki Gatel untuk kembali mengadakan acara Gabung Mulung Tidung (GMT).




Sepanjang tepi pantai menuju Jembatan Cinta, banyak sampah plastik yang terdampar sehingga agak merusak keindahan panorama Pantai Tidung Timur.

Petugas yang ada di Pulau Tidung terbatas. Selain itu, tidak ada sub dinas kebersihan, jadi memang cukup sulit untuk mengelola sampah di Pulau Tidung.

Namun pada  GMT 3 telah dibuat bank sampah sehingga warga bisa mengumpulkan sampah, kemudian dipilah. Jadi, ada sampah yang dapat dibeli oleh regu yang telah dikoordinir Kaki Gatel. Nanti uang hasil penjualan sampah itu bissa ditabung dan bisa diambil saat dibutuhkan.





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Apa itu sampah ?



Apa itu sampah?
Hampir setiap hari manusia mengasilkan sampah dari kegiatan yang di lakukannya. Oleh karna itu banyak orang yang menginterpretasikan arti sampah menurut pandanganya.Tapi apa itu sebenarnya sampah?Simak penegrtian sampah menurut pandangan pakar yang satu ini yah
Soewedo (1983) menyatakan bahwa sampah adalah bagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang, yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri), tetapi bukan yang biologis.
Jadi, manusia dan binatang tidak bisa dikatergorikan sebagai  sampah. Ketika manusia dan hewan mati maka tubuhnya disebut jasad untuk manusia dan bangkai untuk hewan.

Jenis-jenis sampah
Berdasarkan sifatnya
  1. Sampah organik - dapat diurai (degradable)
  2. Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)


Apa itu sampah organik?
Sampah organik adalah jenis sampah yang terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lainnya. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami.Karna alami, jenis sampah organik tidak membahayakan untuk lingkungan sekitar dan bahkan dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.
•Sampah organik basah.
Istilah sampah organik basah dimaksudkan sampah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran.
• Sampah organik kering.
Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah bahan organik lain yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah organik kering di antaranya kertas, kayu atau ranting pohon, dan dedaunan kering.




Apa itu sampah anorganik?





merupakan jenis sampah yang berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi atau dihasilkan dari proses industri. Beberapa bahan seperti ini tidak terdapat di alam, yaitu plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian yang lain hanya diuraikan secara lambat. 



Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga berupa botol, botol plastik, tas plastik, kaleng dan lain-lain.
Kertas, koran dan karton merupakan perkecualian. Berdasarkan asalnya, kertas, koran dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran dan karton dapat di daur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng dan plastik) sehingga dapat digolongkan sampah anorganik.

Berdasarkan Data Statistik Lingkungan Hidup Tahun 1992 Rata-rata komposisi sampah di beberapa kota besar di Indonesia adalah : Organik (25%), Kertas (10%), Plastik (18%), Kayu (12%), Logam (11%), Kain (11%), Gelas (11%), Lain-lain (12%).







http://keslingmks.wordpress.com/2009/05/01/apakah-itu-sampah/




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0