RSS

Wisata Aksi Bersih "GABUNG MULUNG TIDUNG"

Seiring berkembangnya wisata bahari Indonesia , Pulau Tidung kini ibarat Bali di tengah kebisingan Jakarta. Tidak hanya wisatawan domestik, wisatawan asing pun terbukti antusias mencari keindahan pulau tersebut. Seperti yang sudah disebutkan kemana-mana, Tidung terkenal dengan dua bagian pulaunya, Tidung Besar dan Tidung Kecil yang dihubungkan oleh sebuah jembatan fenomenal, Jembatan Cinta.

Pulau Tidung adalah salah satu objek wisata pulau paling eksotis dan paling banyak diminati di kawasan Kepulauan Seribu Selatan. Hampir 4000 pengunjung setiap mingggunya diperkirakan selalu meramaikan pulau dengan populasi lebih dari 5000 jiwa ini, khususnya saat weekend tiba. 

Kemolekan ekosistem terumbu karang disekitarnya adalah salah satu ikon pariwisata bahari yang ditawarkan, belum lagi paket wisata keluarga di sekitar Jembatan Cinta, dan kehangatan masyarakat sekitar yang menarik untuk dinikmati sepanjang desa di garis pantai pulau tersebut. Matahari terbenam adalah momen paling indah yang tidak pernah dilewatkan dalam sejarah kunjungan para wisatawan.


Berdasarkan aktivitas dan kesibukan pulau tersebut, sedikit banyak telah mempengaruhi kebersihan lingkungan sekitar pulau, ditambah dengan tingkat edukasi masyarakatnya yang masih kurang. Belum lagi dengan faktor Angin Tenggara yang membawa timbunan sampah kiriman kota Jakarta bermuara dipesisir pantai pulau tersebut, membuat ketidaknyamanan kunjungan para wisatawan, tentunya. 

Berawal dari kunjungan kami sebelumnya, kami terperangah hebat dengan kondisi pesisir pantainya. Pulau ini sudah layaknya pasar rakyat, mulai dari produk makanan, miuman, alat-alat rumah tangga seperti kasur dan alat masak, perlengkapan kantor sampai mainan anak-anak hadir disini, sayang wujudnya adalah Pasar Sampah, semua yang kami sebutkan sudah berupa sampah, bahkan kami menemukan pecahan tabung TV yang masih utuh di tepian.
Belajar dari penjelajahan kali itu, rasa iba menjangkiti kami untuk melakukan sesuatu untuk pulau-pulau tak bersalah ini. Celah nomor wahid Pulau-pulau cantik di Kepulauan Seribu dapat anda rasakan sebagai spot pariwisata bahari Indonesia yang juga mendukung perekonomian. Sayang, kalau hanya karena dilema sampah, pulau Tidung menjadi yang terlupakan nantinya. Tidak hanya masyarakat pulau yang harus bertanggung jawab atas dilema itu, pengunjung dan Warga Jakarta yang doyan kirim Wesel Pos sembarangan lewat laut, juga salah satu biang keladi nya. Mau mungutin sampah sendirian nggak mungkin bersih, terbesit niat untuk mengajak pula yang lainnya. Apalagi kami aktif dalam jaringan CS-Jakarta dan Backpacker Dunia, yang doyannya jalan-jalan dan menjelajah. Kenapa cuma jalan-jalan saja, masih banyak hal bermanfaat lainnya yang bisa kita lakukan sambil berwisata, termasuk mulung sampah. “Mulung nggak selalu rendah, mulung juga bisa menjadi kegiatan positif dan bermanfaat.
Kemudian ide “Clean Up Tidung” atau bahasa kerennya “Gabung Mulung Tidung” disepakati, beberapa relawan dari teman sejawat bersedia, termasuk didalamnya para CS-ers, hitung-hitung sambil berwisata. 

Tidak dalam rangka menyambut hari penting apapun, aksi mulung sampah di pulau ini sengaja diselenggarakan sebagai salah satu tindakan untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kelestarian pulau di lingkungan sekitar kita. Aksi kecil bermakna besar ini memiliki harapan besar, bahwa dengan program ini semua orang, baik masyarakat sekitar atau pengunjung akan bersedia menyumbangkan waktu dan tenaga, terutama untuk kegiatan membersihkan pantai di pulau tersebut. Serta merta memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai disekitar pulau. Sehingga semua khalayak dapat menikmati kelestarian dan keindahannya, dalam tempo ke masa depan.
Tidak hanya dalam lingkup komunitas, kami mengundang seluruh elemen masyarakat lainnya untuk ikut serta dalam aksi bersih ini, yang diselenggarakan 14 hingga 15 Mei lalu. Dan semua seperti diluar ekspektasi kami, peran besar media elektronik sebagai ajang promo event tersebut mengantarkan para relawan datang untuk berpartisipasi dalam acara GMT tersebut. Dari jumlah 20 orang relawan awalnya, kemudian meningkat bahkan membludak hingga over target. 300 orang lebih yang mendaftar, membuat kami kepayahan, tapi kami senang. Meski maksimum peserta akhirnya kami batasi hanya 250 partisipan saja.
Persiapan demi persiapan mulai digalang para panitia, dari mulai menginput data peserta, menghimpun dana, hingga mempersiapkan segala kelengkapan yang dibutuhkan selama acara. Rp.190.000, adalah harga yang cukup fantastis murah untuk paket wisata mulung sampah ini, pasalnya harga tersebut sudah termasuk akomodasi penginapan, makan, sepeda dan transportasi kapal, juga sebuah T-shirt keren “Gabung Mulung Tidung”. Keuntungan penjualan Tshirt GMT, sepenuhnya telah kami pertanggung jawabkan untuk keperluan acara ini, seperti membeli Tempat sampah, Trash Bag, dan kelengkapan pendukung lainnya.
Tidak semudah yang dibayangkan, dedikasi panitia disorot penuh untuk menyempurnakan persiapan. 12 jam sehari di seminggu terakhir, para panitia terus meluangkan waktu rapat yang berkesinambungan untuk update sistemasi pengaturan acara, bagian keuangan sibuk menginput data peserta yang masih banyak memiliki ketidak jelasan identitas, panitia perlengkapan tidak kalah perjuangannya, tawar menawar sampai di palak uang kopi oleh preman Muara Angke jadi kenangan indah saat mengantarkan drum-drum “tempat sampah” dengan truk sewaan menuju Pulau Tidung beberapa hari sebelum hari H.
Perjuangan tidak berhenti sampai di situ, disepakati ada 10 grup peserta yang masing-masing berjumlah sekitar 25 orang, yang dipimpin oleh satu orang Team Leader dan satu orang Sweeper yang merangkap sebagai dokumentator foto dan tenaga medis.MUARA ANGKE, 14 MEI 2011
Di awal fajar, seluruh panitia berangkat menuju 2 lokasi Basecamp untuk menyambut kedatangan partisipan. Basecamp 1 dilokasikan di terminal Grogol, sebagai salah satu akses menuju Muara Angke. Pasalnya partisipan yang ikut serta bukan hanya dari Jakarta, kota lain seperti Bogor, Bandung, Semarang bahkan Surabaya pun ikut meramaikan acara. Bukan hanya orang lokal saja, CS-ers dan teman sejawat dari berbagai daerah, seperti Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Lampung, dan dari berbagai Negara, seperti Jepang, Amerika, Perancis, India, Belanda, dan Finlandia juga ikut serta menjadi panitia. Dari awak Media, Trans TV, ANTV, Kompas.com dan Majalah Panorama juga datang untuk meliput kegiatan ini.
Team dayang-dayang di basecamp 1 telah siap untuk mengkoordinasi peserta menuju Muara Angke dengan mikrolet B01, Grogol – Muara Angke. Di Basecamp 2 juga sudah dipenuhi Team Leader dan Sweeper yang akan mengkoordinasi para anggotanya. KM Pesona Alam pun sudah bertengger di tepi pelabuhan Muara Angke. Dengan waktu yang sudah disepakati, partisipan pun berbondong-bondong menuju Kapal, tentunya setelah melalui serangkaian konfirmasi identitas dan penyerahan paket identitas peserta berupa Tshirt, tiket kapal, trash bag, pita, dan lainnya.
Kabar gembiranya, bukan hanya KM Pesona alam saja yang menunggu kedatangan kami, di Pulau Tidung, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu Selatan, dari mulai Bupati, Camat, Lurah, Kepala RT, Kepala RW hingga warga pemukiman Pulau Tidung akan menyambut kegiatan ini dengan keikutsertaan mereka. Pulau Tidung terletak tak jauh dari perkotaan Jakarta, 2-3 jam perjalanan dengan kapal motor, dari beberapa pelabuhan. Di Jakarta perkotaan, yang terkenal sebagai pelabuhan penghubung antara lain bisa dari Muara Angke atau bisa juga dari Ancol – Marina, tepatnya di Pelabuhan 21, atau dari wilayah Tangerang di Waraseban. 
Meski mendung bergelayut, namun ombak damai seakan menyambut baik kegiatan ini. Semua berjalan lancar hingga tiba di Pulau Tidung.
Kami disambut baik oleh Pemerintah setempat di dermaga pulau jam 12.30 siang, untuk meneruskan misi, setelah makan siang kami dan seluruh peserta berkumpul di dermaga untuk mulai Mulung. Sepuluh grup (per grup ber-anggotakan 20-25 orang) dibagi ke 10 titik tempat di Pulau Tidung Besar dan Tidung kecil yang dipimpin masing-masing oleh beberapa petugas kebersihan setempat. Yel-yel setiap grup seakan jadi senjata ampuh untuk membakar semangat diterik siang. Makin semangat, setelah Ibu PKK Pulau Tidung ikut bahu membahu Mulung. Jangan heran, kalau sampah yang terkumpul bisa mencapai ratusan kantong, dari mulai sampah produksi rumah tangga, hingga sampah kiriman Jakarta, semua di babat habis oleh partisipan.
Hingga pukul 5 sore, acara Happy Mulung disudahi, semua trashbag yang sudah penuh sampah di kumpulkan dibeberapa titik, untuk selanjutnya dibawa ke Incenerator atau tungku pembakaran sampah yang ada di pulau Tidung Besar untuk dibakar.
Bincang-bincang hangat dengan Bapak Bupati, Bapak Camat, Bapak Lurah, hiburan dari peserta, hingga kuis dan doorprize pun meramaikan acara Makan Malam di tanah lapang kelurahan. Semua nampak terlihat sumringah meski lelah, seperti senyum sumringah para Bapak Pulau Tidung kita yang tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih atas seluruh partisipan aksi bersih GMT.
PULAU TIDUNG, 15 MEI 2011
Nah, setelah sukses dengan acara Mulung sampah, pagi ini saatnya untuk para partisipan GMT menikmati wisata Pulau Tidung hingga siang hari. Dari mulai makan pagi, dilanjutkan hunting kapal untuk Snorkling, sepedaan, Jumping di jembatan Cinta, Banana Boat, hingga hunting Sate Odol, jajanan khas Tidung yang berupa sate ikan. Bahkan terapi asma dengan udara laut juga berlaku disini.
Belum lagi wisata sejarah yang berada disekitar Pulau Tidung dan didalam pulau itu sendiri. Tiga pulau yang menjadi Taman Arkeologi di Kepulauan Seribu seperti Pulau Onrust, Cipir dan Kelor juga tak jauh dari Tidung. Mau wisata ziarah, disini Pulau Tidung juga ada, sebuah makam kuno yang disinyalir sebagai makam Pangeran Hitam dari Malaka, yang tidak lain disebut-sebut sebagai nenek moyang Pulau Tidung, bisa anda kunjungi di Pulau Tidung Kecil. Yah, menurut Sejarah Djakarta, fakta mengatakan pulau ini memang dulunya merupakan hasil jajahan Fatahillah dari kekuasaan Raja Malaka. Selain makan orang pertama yang menginjak Pulau Tidung, di Tidung kecil anda juga dapat menikmati pesona lahan Mangroove milik Departemen Pertanian.
Seperti yang diungkap bapak Bupati, bahari disekitar Pulau Tidung memang masih bening, terumbu karang dikedalaman beberapa meter masih sanggup dilihat dengan mata telanjang. Sebenarnya banyak spot pulau yang bisa dinikmati untuk snorkling ataupun diving. Pulau Air, dan Pulau Payung adalah satu diantaranya yang berjarak paling dekat dengan Pulau Tidung. Bahkan di radius 300 meter dari telaga Jembatan cinta, spot snorkling juga ramai dikunjungi.
Kami dengan 20 lainnya berkesempatan memberi retahan roti biskuit untuk ikan-ikan di perairan Pulau Payung dan Tidung Kecil dengan snorkle gear lengkap. Amazing, sangat berkesan dan tentu menyenangkan, meski sempat diganggu oleh kehadiran si Jellyfish dan bulu babi. Pagi di weekend menjelang Waisak, Pulau Tidung dipenuhi pengunjung, diperkirakan mencapai 6000 hingga 15.000 pengunjung yang datang disaat musim liburan seperti ini. Dengan begitu, perekonomian masyarakat Tidung yang sehari-harinya adalah nelayan dan bagian dari kelengkapan pariwisata, dapat meningkat seiring dikenalnya Pulau Tidung ke masyarakat luas, baik domestik ataupun internasional.
Pesan cinta lingkungan tak henti-hentinya kami suarakan saat acara penutupan, hingga mengumpulkan buku-buku pelajaran yang bisa digunakan anak-anak dan warga sekitar sebagai wujud kepedulian kami terhadap edukasi pendidikan, terutama kebersihan. Buku tulis, hinnga buku-buku bacaan itu rencananya akan disalurkan kepada perpusatakaan sekolah setempat, dan kelompok ibu PKK setempat. Acara penutupan yang mengesankan, disertai gaya-gaya narsis para partisipan dalam foto grup masing-masing team, gelak tawa dari KM Pesona Alam hingga tiba di Muara Angke pukul 6 sore.
Dilema sampah memang jadi dilema kehidupan Pulau-pulau di Kepulauan Seribu, bayangkan saja, baru sejenak kegiatan bersih-bersih di pulau Tidung selesai, laut sore itu nampak ramai dengan lembaran-lembaran sampah yang terus mengalir ke arah pulau-pulau di Kepulauan Seribu. Miris, tapi ini membuat kita harus terus berpikir untuk melanjutkan misi aksi bersih ini tanpa takut dilema tersebut.
Tak henti-hentinya pesan masuk pada kami, untuk terus melanjutkan program bersih-bersih ini, dari mulai pulau ke pulau lainnya, dari tempat wisata satu ketempat wisata lainnya, juga lingkungan sekitar. Selanjutnya, tugas anda dan tugas kami lah untuk mewujudkan pesan-pesan mereka. Sebagai anak bangsa yang berdaya kreasi tinggi dibidang Pariwisata dan bidang-bidang lainnya, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk mendukung gerakan-gerakan cinta Bumi Pertiwi. Apapun itu, dukungan moril dan kesadaran diri sendiri adalah awal kebaikan bagi kita, bagi alam, dan manusia.
Source: http://www.kakigatel.com/aksi-bersih-gabung-mulung-tidung/


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Yuk Menanggulangi Abrasi!

Dalam upaya mengatasi abrasi ini sudah saatnya bagi kita untuk memikirkan cara-cara dan melakukan tindakan yang berwawasan konservasi, tidak lagi hanya dengan melakukan upaya yang sifatnya sementara saja. Pencegahan ataupun penanggulangan abrasi dengan berwawasan konservasi ini tentunya akan memberikan berbagai keuntungan bagi lingkungan (alam) yang akan membawa banyak imbas positif dalam kehidupan manusia. Salah satu cara mencegah ataupun mengatasi abrasi yaitu dengan cara penanaman bakau. Sebenarnya telah banyak orang yang mengetahui fungsi dan kegunaan hutan bakau bagi lingkungan. Namun dalam prakteknya di lapangan, masih banyak pula yang belum memanfaatkan hutan bakau sebagai sarana untuk mencegah atau mengatasi abrasi. 

Yang sering terlihat, dalam usaha mengatasi abrasi di daerah pantai, pemerintah di beberapa daerah melakukan kebijakan pencegahan abrasi dengan membangun pemecah gelombang buatan di sekitar pantai dengan maksud untuk mengurangi abrasi yang terjadi tanpa dibarengi dengan usaha konservasi ekosistem pantai (seperti penanaman bakau dan/atau konservasi terumbu karang). Akibatnya dalam beberapa tahun kemudian abrasi kembali terjadi karena pemecah gelombang buatan tersebut tidak mampu terus-menerus menahan terjangan gelombang laut. Namun payahnya, seringkali pengalaman tersebut tidak dijadikan pelajaran dalam menetapkan kebijakan selanjutnya dalam upaya mencegah ataupun mengatasi abrasi. Yang sering terjadi di lapangan, ketika pemecah gelombang telah rusak, lagi-lagi pemerintah setempat membangun pemecah geombang buatan dan lagi-lagi tanpa dibarengi dengan penanaman bakau atau konservasi terumbu karang yang rusak. Hal tersebut seakan-akan menjadi suatu rutinitas yang bila difikir lebih jauh, tetunya hal tersebut akan berimbas terhadap dana yang harus dikeluarkan daerah setempat.


Seandainya, dalam mengatasi abrasi tersebut kebijakan yang diambil pemerintah yaitu dengan membangun pemecah gelombang buatan (pada awal usaha mengatasi abrasi atau jika kondisi abrasi benar-benar parah dan diperlukan tindakan super cepat) dengan dibarengi penanaman bakau di sekitar daerah yang terkena abrasi atau bahkan bila memungkinkan dibarengi pula dengan konservasi terumbu karang, tentunya pemerintah setempat tidak perlu secara berkala terus menerus membangun pemecah gelombang yang menghabiskan dana yang tidak sedikit. Hal ini dikarenakan dalam beberapa tahun sejak penanaman, tanaman-tanaman bakau tersebut sudah cukup untuk mengatasi atau mengurangi abrasi yang terjadi.


Selain mencegah atau mengatasi abrasi, hutan bakau dapat membawa keuntungan-keuntungan lebih daripada hanya sekedar membangun pemecah gelombang buatan. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain:


1. Menjaga kestabilan garis pantai,
2. Menahan atau menyerap tiupan angin laut yang kencang,
3. Dapat mengurangi resiko dampak dari tsunami,
4. Membantu proses pengendapan lumpur sehingga kualitas air laut lebih terjaga dari endapan lumpur erosi,
5. Menghasilkan oksigen yang bermanfaat bagi manusia, hewan, dan tumbuhan,
6. Mengurangi polusi, baik udara maupun air.
7. Sumber plasma nutfah,
8. Menjaga keseimbangan alam,
9. Sebagai habitat alami makhluk hidup seperti burung, kepiting, dan lain sebagainya.


Source: http://pedemunegeri.com/tulisan/detail/703/mencegah-dan-mengatasi-abrasi-di-indonesia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Abrasi & Pembentukan Lahan Akibat Abrasi




Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak . Kekuatan abrasi ditentukan oleh besar-kecilnya gelombang yang menghempas ke pantai. Sebagaimana juga halnya erosi sungai, kekuatan daya kikis oleh gelombang dipertajam pula oleh butiran-butiran material batuan yang terkandung bersama gelombang yang terhempas membentur-bentur batuan. Pada pantai yang berlereng terjal dan berbatuan cadas, gelombang mengawali kikisannya dengan membentuk notch, lereng vertikal yang cekung (concave) ke arah daratan (lereng menggantung, overhanging). Bentukan lereng yang cekung ini memberi peluang kerja bagi gaya berat dari batuan di atas (overhanging), dan menjatuhkannya ke bawah.
Adapun bentuk lahan yang terbentuk karena peristiwa abrasi antara lain NotchCliff ,Wave-cut Platform, Sea Cave, Blow Hole, Inlet, Arch dan Stack.
1)        NotchCliff dan Wave-cut Platform
Cliff adalah bentuk lereng terjal yang menyerupai dinding; yaitu bagian yang ditinggalkan setelah suatu massa batuan longsor (landslides) oleh gaya beratnya sendiri. Sering, suatucliff mirip dengan bentuk escarp, tetapi escarp dibentuk sebagai dinding patahan akibat depressi tektonik, sedangkan cliff dibentuk oleh denudasi tektonik.
Sebelum cliff terbentuk, dimulai dengan pembentukan notch yang merupakan hasil pekerjaan gelombang (abrasi). Notch yaitu bentuk cekungan kaki lereng (profil) yang menghadap ke arah laut, pada zona pasang-surut dan garis tengahnya secara horizontal memanjang sejajar dan selevel dengan garis pantai/muka laut di saat pasang.
Ada dua tipe cliff. Tipe yang pertama bentuknya tegak atau miring ke belakang. Cliff tipe ini biasanya karena terdiri dari batuan yang relatif lembut, atau struktur geologisnya yang miring ke arah darat. Tipe yang kedua adalah overhanging cliff, suatu bentuk clif yang dinding lerengnya sangat miring atau menonjol ke arah laut. Clif tipe overhangingterbentuk pada formasi batuan yang keras (cadas) dengan struktur (deep) yang miring ke arah laut.
Wave-cut platform, adalah bagian dari pesisir (laut) yang rata pada permukaan batuan dasar (beds rock) yang dibentuk oleh pekerjaan gelombang (Hallaf, 2006).

2)        Sea Cave, Blow Hole dan Inlet
Perbedaan kekerasan batuan; ada batuan yang lembut dan yang lainnya keras, memberi perbedaan dalam kecepatan pengikisan. Bagian-bagian batuan cadas di mana terdapat celah dan rekahan-rekahan seperti jointed, akan lebih cepat terkikis daripada bagian yang tanpa celah atau rekahan.
Sekali gelombang sempat membuat suatu lubang, maka kekuatan atau daya tekanan dari benturan gelombang akan semakin intensif dan efisien terhadap lobang tersebut. Suatu lobang yang berbentuk corong yang mengarah ke arah datangnya gelombang, akan memberi peluang terfokusnya tekanan gelombang untuk memperhebat daya benturannya. Kondisi yang demikian akan lebih dipertajam daya kikisnya bila di dalam gelombang itu termuat butiran-butiran material keras. Makin luas mulut suatu gua di dinding pantai, makin banyak pula massa air gelombang yang membentur ke dalamnya. Tekanan benturan dan pukulan gelombang semacam ini di saat badai mampu menggetarkan (microseismic) dan meremukkan kompleks batuan cadas di sekitarnya. Lambat laun muncratan air menembus hingga ke permukaan tanah di atasnya (headland) dan membentuk blow hole.
Dua macam lubang besar ini (cave dan blow hole) diberi nama sesuai dengan posisinya. Cave atau gua laut karena posisinya yang horizontal mengarah ke laut; sedangkan blow hole adalah lubang yang tegak lurus, seperti dolina di daerah karst. Bentukan blow hole dipercepat oleh, selain benturan langsung gelombang, juga oleh semprotan (muncratan), getaran, pelapukan dari atas dan gravitasi yang menjatuhkan batuan di atasnya. Demikian seterusnya hingga kedua lubang tersebut bukan saja bersambungan dalam bentuk terowongan, tetapi atapnya pun runtuh seluruhnya, disebutinlet atau terusan (Hallaf, 2006).

3)        Sea Cave, Arch dan Stack
Demikianlah proses suatu gua laut terbentuk hingga menembus ke dinding pantai sebelahnya pada suatu tanjung. Terowongan gua dengan sambungan semacam jembatan alam di atasnya pada ujung tanjung disebut arch.
Bila kelak jembatan alam (arch) ini runtuh atau putus, maka bagian ujung tanjung yang ditinggalkan, dengan bentuk pilar raksasa (tugu) disebut stack (Hallaf, 2006).

Source: http://dhayatgeo.blogspot.com/2011/12/abrasi-dan-sedimetasi-pantai.html


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

22 Facts about Ocean


1.      The oceans occupy nearly 71% of our planet's surface.
2.      More than 97% of all our planet's water is contained in the ocean.
3.      The top ten feet of the ocean hold as much heat as our entire atmosphere.
4.      The average depth of the ocean is more than 2.5 miles.
5.      The oceans provide 99 percent of the Earth's living space- the largest space in our universe known to be inhabited by living organisms.
6.      More than 90% of this habitat exists in the deep sea known as the abyss.
7.      Mount Everest (the highest point on the Earth's surface 5.49 miles) is more than 1 mile shorter than the Challenger Deep (the deepest point in the ocean at 6.86 miles).
8.      The average temperature of the oceans is 2ºC, about 39ºF.


  1. Water pressure at the deepest point in the ocean is more than 8 tons per square inch, the equivalent of one person trying to hold 50 jumbo jets.
  2. The worlds oceans contain nearly 20 million tons of gold.
  3. The color blue is least absorbed by seawater; the same shade of blue is most absorbed by microscopic plants, called phytoplankton, drifting in seawater.
  4. A new form of life, based on chemical energy rather than light energy, resides in deep-sea hydrothermal vents along mid-ocean ridges.
  5. A swallow of seawater may contain millions of bacterial cells, hundreds of thousands of phytoplankton and tens of thousands of zooplankton.
  6. More than 90 percent of the trade between countries is carried by ships and about half the communications between nations use underwater cables.
  7. Eighty per cent of all pollution in seas and oceans comes from land-based activities.
  8. Plastic waste kills up to 1 million sea birds, 100,000 sea mammals and countless fish each year. Plastic remains in our ecosystem for years harming thousands of sea creatures everyday.
  9. Over the past decade, an average of 600,000 barrels of oil a year has been accidentally spilled from ships, the equivalent of 12 disasters the size of the sinking of the oil tanker Prestige in 2002.
  10. Although coral reefs comprise less than 0.5 per cent of the ocean floor, it is estimated that more than 90 per cent of marine species are directly or indirectly dependent on them.
  11. There are about 4,000 coral reef fish species worldwide, accounting for approximately a quarter of all marine fish species.
  12. Nearly 60 per cent of the world's remaining reefs are at significant risk of being lost in the next three decades.
  13. The major causes of coral reef decline are coastal development, sedimentation, destructive fishing practices, pollution, tourism and global warming.
  14. Populations of commercially attractive large fish, such as tuna, cod, swordfish and marlin have declined by as much as 90 per cent in the past century.
Source: http://www.savethesea.org/STS%20ocean_facts.html
Source: https://www.e-education.psu.edu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Polutan yang Mengancam Sumber Daya Lingkungan Maritim








Pencemaran laut merupakan suatu peristiwa masuknya material pencemar seperti partikel kimia, limbah industri, limbah pertanian dan perumahan, ke dalam laut, yang bisa merusak lingkungan laut. Material berbahaya tersebut memiliki dampak yang bermacam-macam dalam perairan.



Salah satu penyebab pencemaran laut adalah kapal yang dapat mencemari sungai dan samudera dalam banyak cara. Misalnya melalui tumpahan minyak, air penyaring dan residu bahan bakar. Polusi dari kapal dapat mencemari pelabuhan, sungai dan lautan. Kapal juga membuat polusi suara yang mengganggu kehidupan organisme perairan, dan air dari balast tank yang bisa mempengaruhi suhu air sehingga menganggu kenyamanan organisme yang hidup dalam air.

Bahan pencemar laut lainnya yang juga memberikan dampak yang negatif ke perairan adalah limbah plastik yang bahkan telah menjadi masalah global. Sampah plastik yang dibuang, terapung dan terendap di lautan. Sejak akhir Perang Dunia II, diperkirakan 80 persen sampah plastik terakumulasi di laut sebagai sampah padat yang mengganggu eksositem laut.  Massa plastik di lautan diperkirakan yang menumpuk hingga seratus juta metrik ton. Kondisi ini sangat berpengaruh buruk, dan sangat sulit terurai oleh bakteri. Sumber sampah plastik di laut juga berasal dari Jaring ikan yang sengaja dibuang atau tertinggal di dasar laut.


Limbah kimia yang bersifat toxic (racun) yang masuk ke perairan laut akan menimbulkan efek yang sangat berbahaya. Kelompok limbah kimia ini terbagi dua, pertama kelompok racun yang sifatnya cenderung masuk terus menerus seperti pestisida, furan, dioksin dan fenol. Terdapat pula logam berat, suatu unsur kimia metalik yang memiliki kepadatan yang relatif tinggi dan bersifat racun atau beracun pada konsentrasi rendah. Contoh logam berat yang sering mencemari  adalah air raksa, timah, nikel, arsenik dan kadmium.


Ketika pestisida masuk ke dalam ekosistem laut, mereka segera diserap ke dalam jaring makanan di laut. Dalam jaring makanan, pestisida ini dapat menyebabkan mutasi, serta penyakit, yang dapat berbahaya bagi hewan laut, seluruh penyusun rantai makanan termasuk manusia. Racun semacam itu dapat terakumulasi dalam jaringan berbagai jenis organisme laut yang dikenal dengan istilah bioakumulasi. Racun ini juga diketahui terakumulasi dalam  dasar perairan yang berlumpur.


Bahan kimia anorganik lain yang bisa berbahaya bagi ekosistem laut adalah nitrogen, dan fosfor. Sumber dari limbah ini umumnya berasal dari sisa pupuk pertanian yang terhanyut kedalam perairan, juga dari limbah rumah tangga berupa detergent yang banyak mengandung fosfor. Senyawa kimia ini dapat menyebabkan eutrofikasi, karena senyawa ini merupakan nutrien bagi tumbuhan air seperti alga dan phytoplankton. Tingginya konsentrasi bahan tersebut menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air ini akan meningkat dan akan mendominasi perairan, sehingga menganggu organisme lain bahkan bisa mematikan.


Muara merupakan wilayah yang paling rentan mengalami eutrofikasi karena nutrisi yang diturunkan dari tanah akan terkonsentrasi. Salah satu contohnya adalah meningkatnya alga merah secara signifikan (red tide) yang membunuh ikan dan mamalia laut serta menyebabkan masalah pernapasan pada manusia dan beberapa hewan domestik. Umumnya terjadi saat organisme mendekati ke arah pantai.


Lautan biasanya menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Karena kadar karbon dioksida atmosfer meningkat, lautan menjadi lebih asam. Potensi peningkatan keasaman laut dapat mempengaruhi kemampuan karang dan hewan bercangkang lainnya untuk membentuk cangkang atau rangka. Kehidupan laut dapat rentan terhadap pencemaran kebisingan atau suara dari sumber seperti kapal yang lewat, survei seismik eksplorasi minyak, dan frekuensi sonar angkatan laut.


Dilaporkan bahwa antara tahun 1950 dan 1975, ambien kebisingan di laut naik sekitar sepuluh desibel (telah meningkat sepuluh kali lipat). Jelas sekarang bahwa sumber pencemaran sangat bervariasi. Tidak hanya dari hal-hal yang menurut kita hanya bisa dilakukan oleh industri besar, namun juga bisa disebabkan oleh aktiftas harian kita.




Source: http://indomaritimeinstitute.org/?p=1217

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

Eksotisme vs Ironisme Laut Tidung

Pulau Tidung memiliki lebar sekitar hanya 200 meter dan panjang sekitar 5 km, dikelilingi pantai dangkal yang bergradasi putih karena ditumbuhi karang yang nampak kasat mata dan dipenuhi ikan hias pantai yang tak hentinya berlenggok serasa mengibur pandangan mata. Lebih kedepan, nuansa laut berwarna biru kehijauan dan lebih jauh biru dan biru gelap pertanda laut dalam, pantai ini tidak berombak besar karena gugusan karang dan terumbu karang yang mengelilingi mampu menahan ombak.






Keindahan pantai dan laut di Pulau Tidung ini ironisnya mulai tercemari oleh kiriman limbah dari Jakarta yang terbawa arus hingga mencapai Kepulauan Seribu salah satunya mencemari Pulau Tidung, bahkan pada 20 Juli 2011 ratusan ton minyak mentah yang mencemari perairan Jakarta ikut mencemari keindahan kawasan 'Jembatan Cinta' Pulau Tidung seperti dikutip pada inilah.com. Ratusan ton minyak mentah tersebut sudah berupa gumpalan hitam (tar ball) ketika air laut sedang pasang.

Hal tersebut sangat disayangkan, potensi keindahan Pulau Tidung seharusnya dijaga dan dirawat sebaik mungkin, hal itulah yang menggerakkan pencetus GMT(Gabung Mulung Tidung) dalam mengadakan gerakan sosial ini untuk menjaga kelestarian Pulau Tidung dengan konsep wisata sambil melakukan perawatan dalam sektor lingkungan Pulau Tidung, sehingga manfaatnya akan menjadikan Pulau Tidung semakin mempesona.






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

POTENSI LAUT DI INDONESIA


Sebagai negara maritim yang memiliki potensi sumber daya kelautan yang besar, banyak sekali daerah perairan di Indonesia yang belum dieksplorasi secara optimal, dengan luas wilayah maritim Indonesia yang diperkirakan mencapai 5,8 jt km persegi dan luas tersebut merupakan ¾ dari daratannya, kekayaan laut di Indonesia meliputi :

1. Kehidupan sekitar 28.000 spesies flora, 350 spesies fauna dan 110.000 spesies mikroba.
2. 2.600 spesies terumbu karang dan 40 genera, jauh lebih kaya dibandingkan Laut Merah yang hanya memiliki sekitar 40 spesies dari 7 genera.
3. Sumber daya yang dapat diperbaharui (renewable resources), termasuk ikan, udang, moluska, kerang mutiara, kepiting, rumput laut, mangrove/hutan bakau, hewan karang dan biota laut lainnya.
4. Sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui (non renewable resources), seperti minyak bumi, gas alam, bauksit, timah, bijih besi, mangan, fosfor dan mineral lainnya.
5. Energi kelautan seperti : Energi gelombang, pasang surut, angin, dan Ocean Thermal Energy Conversion.
6. Jasa lingkungan (environmental services) termasuk tempat-tempat yang cocok untuk lokasi pariwisata dan rekreasi seperti pantai yang indah, perairan berterumbu karang yang kaya ragam biota karang, media transportasi dan komunikasi, pengatur iklim dan penampung limbah.
7. Sudah terbangunnya titik-titik dasar di sepanjang pantai pada posisi terluar dari pulau-pulau terdepan sebagai titik-titik untuk menarik garis pangkal darimana pengukuran batas laut berpangkal.
8. Sudah terwujudnya beberapa kesepakatan/pejanjian batas laut yaitu : dengan India, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia dan PNG.




Source: http://ikanmania25.blogspot.com/2011/12/kondisi-laut-indonesia-semakin.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0